Mobil Tercebur Laut di Wuring, Berhasil Dievakuasi
Dibaca 30 kali
Proses evakuasi mobil Suzuki Daihatsu Grand Max yang diceburkan pemiliknya ke laut di Pelabuhan Rakyat Wuring, Sabtu (24/8)
Maumere-SuaraSikka.com: Mobil Suzuki Daihatsu Grand Max yang diceburkan pemiliknya ke laut di Pelabuhan Rakyat Wuring, berhasil dievakuasi ke darat, Sabtu (24/8). Evakuasi selama 3 jam dilakukan oleh polisi bersama para nelayan sekitar dan masyarakat, dengan menggunakan cara manual dan peralatan seadanya saja.
Pantauan media ini, mobil pick-up berwarna hitam sudah bisa terlihat dari atas dermaga. Meskipun masih samar-samar karena terkendala buramnya air laut pada kolam labuh. Rupanya sejak pagi hari sejumlah nelayan menyelam dan mengangkat mobil dari dasar laut kedalaman kurang lebih 5 meter. Mereka menggunakan balon pelampung yang dirakit dari profil tank. Lalu mereka mengikatkan seutas tali pada mobil dan ujung tali yang lain diikat pada tiang listrik.
Proses evakuasi sempat mengalami kendala. Persoalannya karena minimnya sarana prasarana evakuasi, apalagi polisi dan masyarakat hanya menggunakan cara-cara manual. Seutas tali tambang diikatkan ke mobil, kemudian disambungkan pada sebuah truk. Lalu truk ini bergerak maju untuk menarik mobil itu keluar.
Media ini mencatat proses evakuasi gagal sebanyak tiga kali, akibat putusnya tali. Mobil pun terperesok kembali ke dasar laut Para nelayan harus membantu mengangkat kembali ke permukaan. Komandan KPPP Laut Herson Liman yang memimpin evakuasi terpaksa harus tiga kali menggantikan tali.
Setelah dilakukan dengan berbagai cara manual, akhirnya Daihatsu milik Kosmas Matulesi itu pun bisa diangkat ke darat. Tampak kaca depan dan kaca samping mobil sudah pecah. Terlihat badan mobil pun penyok dan rusak. Di dalam monil itu terdapat sebuah STNK, kunci mobil dan brosur anggota sebuah koperasi simpan pinjam. Semua barang bukti ini diserahkan kepada Komandan KPPP Laut.
Hesron Liman menyebut mobil tesebut berada di dasar laut selama 28 jam, setelah pemiliknya Kosmas Matulesi menceburkan pada Jumat (23/8) siang. Dia mengaku lega mobil tersebut bisa dievakuasi, sehingga kolam labuh bisa dimanfaatkan oleh kapal-kapal yang hendak berlabuh di Dermaga pelabuhan Wuring.
Paskah evakuasi, Hesron belum tahu bagaimana nasib mobil selanjutnya. Dia masih menunggu perintah atasan, karena menurut dia, pihak PT Aldira Finance sedang berada di Polres Sikka dalam kaitan dengan persoalan terceburnya mobil tersebut.
Herson Liman menyampaikan terima kasih kepada para nelayan dan masyarakat yang telah ikut membantu proses evakuasi. Tanpa mereka, kata dia, proses evakuasi pasti sia-sia. Apalagi, kata doa, pihak PT Aldira Finance saja tidak berada di lokasi kejadian.*** (eny)