Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung dituding menguasai sejumlah aset milik desa setempat. Namun sang kepala desa beralasan aset desa dibawa pulang dan disimpan di rumahnya demi keamanan dan terhindar dari kasus pencurian.
Ihwal aset desa yang dikuasai Yulius Welung, diserukan oleh warga masyarakat desa saat menggelat aksi damai di Kantor BPD Nele Urung, Selasa (27/8). Dalam salah satu poster yang dibawa pada saat aksi damai, warga menuliskan “Kembalikan Aset Desa”.
Koordinator Aksi Yohanes Paskalis mendesak BPD Nele Urung agar meminta kepala desa mengembalikan aset desa hari itu juga. Aset desa yang dicurigai dikuasai Yulius Welung, terdiri dari 1 buah keyboard, 1 perangkat sound system, 1 buah handtraktor, 1 buah genset, 1 buah laptop, dan 1 buah motor operasional.
Yulius Welung yang dimintai tanggapannya mengakui barang-barang yang merupakan aset desa itu dia bawa ke rumahnya. Menurut dia barang-barang itu masih ada di rumahnya. Dia beralasan mengamankan aset desa karena maraknya kasus pencurian di Desa Nele Urung.
“Kalau simpan di kantor, tidak aman, orang bisa curi. Lihat saja banyak jendela kantor yang sudah tidak ada kaca. Kios yang di depan kantor ini pernah kecurian. Makanya saya simpan di rumah. Semua barang masih ada di rumah saya,” ujar dia.
Yulius Welung mengatakan jika diminta untuk dikembalikan ke kantor, dia bersedia membawa kembali aset desa tersebut. Berselang beberapa lama, seorang anak muda dengan menumpang kendaraan roda dua membawa masuk sebuah keybpard milik desa. Keyboard tersebut kenudian disimpan sementara di salah satu ruangan kantor desa.
Ketika ditanya kondisi aset desa yang berada di rumahnya, dia mengaku genset dan laptop dalam keadaan rusak. Sementara handtraktor dia sewakan ke petani di Kecamatan Magepanda. Biaya sewa handtraktor katanya akan menjadi pendapatan desa. Sedangkan motor operasional merupakan kendaraan yang selama ini dia pakai untuk kepentingan dinas.
Inspektorat Kabupaten Sikka telah melakukan pemeriksaan atas dugaan penyelewengan keuangan Desa Nele Urung. Dalam salah satu temuan tim pemeriksa, disebutkan bahwa dugaan banyak aset desa seperti kendaraan roda dua, genset, laptop Toshiba, keyboard, sound system, handtraktor, tidka berada di kantor desa, tetapi berada di rumah kepala desa, terbukti kebenarannya.*** (eny)