Ke Sekolah 3 Kilometer, Ternyata Tidak Ada KBM

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 14 Oktober 2019 - 20:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 24 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yunita Serlina Pada pelajar Kelas VII SMPN Nita 2 didampingi orangtuanya, saat mengadu di Kantor Sinas PKP Sikka, Kamis (10/10)

Yunita Serlina Pada pelajar Kelas VII SMPN Nita 2 didampingi orangtuanya, saat mengadu di Kantor Sinas PKP Sikka, Kamis (10/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Yunita Serlina Pada, pelajar Kelas VII SMPN 2 Nita, setiap hari ke sekolah berjalan kaki saja. Tinggal di Dusun Detung Likong, dia harus menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer menuju sekolah yang terletak di Nirangkliung. Sialnya, setiba di sekolah, ternyata tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).
Gadis kecil ini pun kecewa sekali. Semangatnya menempuh pendidikan, ternyata hanya menjadi cerita sepanjang perjalanan yang melelahkan. Dua bulan tanpa KBM di sekolahnya, membuat dia geram dan marah kepada kepala sekolah dan guru-guru yang “malas” masuk sekolah.
Ketika para pelajar di sekolah itu bersama orang tua mengadu ke Kantor Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Sikka, Kamis (10/10), Yunita Serlina Pada pun ikut. Dia tidak mengenakan seragam sekolah, karena saat itu sedang sakit. Namun meski pun sakit, dia ikut bersolidaritas untuk menuntut perubahan pada sekolahnya.
“Saya ke sekolah jalan kaki kurang lebih 3 kolimeter. Dari rumah di Detung Likong, itu harus mendaki sampai ke Nirangkliung. Sampai di sekolah tidak ada kegiatan belajar mengajar karena guru-guru tidak masuk. Tiap hari kami hanya bermain saja sampai jam pulang sekolah,” kisah dia.
Menurut dia, setiap hari hanya 2-3 guru saja yang datang ke sekolah. Paling banyak 4-5 guru yang datang, itu pun jarang terjadi. Padahal terdapat 14 orang guru di sekolah itu, baik guru PNS maupun guru honor. Kepala sekolah hampir pasti setiap hari tidak masuk sekolah. Karena tidak ada KBM, praktis Yunita Serlina Pada dan teman-temannya tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Bermain, menjadi satu-satunya pilihan yang dilakukan para pelajar.
Maria Bunga, ibu dari pelajar ini ikut mengungkapkan kekecewaannya, setelah mengetahui tidak ada KBM di SMPN 2 Nita selama dua bulan terakhir. Dia mengutuk keras kepala sekolah dan guru-guru yang tidak memiliki tanggung jawab melaksanakan kewajiban pendidikan di sekolah itu. Bagi dia, rendahnya tanggung jawab tersebut tidak bisa ditolerir. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas PKO Sikka harus berani mengambil langkah-langkah strategis solutif untuk memecahkan persoalan yang sedang terjadi.
“Sudah keterlaluan sekali. Masa 2 bulan tidak ada KBM. Itu artinya ada masalah besar di sekolah. Sebaiknya kepala sekolah dan guru-guru di situ digantikan semua. Jangan korbankan pendidikan dan masa depan anak-anak kami,” tutur Maria Bunga di Kantor Dinas PKO Sikka.
Maria Bunga dan juga sejumlah orang tua pelajar, hari itu diterima Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Sikka Mayella da Cunha. Rupanya persoalan di SMPN 2 Nita ini sudah menjadi fokus perhatian Dinas PKO Sikka. Sehari sebelum para pelajar dan orang tua mengadu, Mayella da Cunha sudah lebih dulu melakukan inspeksi mendadak ke sekolah itu. Ternyata benar, dia tidak menemukan KBM di sekolah itu. Bahkan kepala sekolah pun hari itu dikabarkan seperti biasanya tidak masuk sekolah.*** (eny)
Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru