Maumere-SuaraSikka.com: Dewa Ketahanan Pangan di Kabupaten Sikka menggelar rapat koordinasi tahun, Senin (16/12). Dari rakor itu diketahui 23 desa di daerah itu memiliki tingkat risiko kerentanan paling tinggi terhadap rawan pangan.
Lima desa tertinggi masuk dalam Desa Prioritas Pertama yaitu Desa Reruwairere di Kecamatan PaluE, Desa Semparong di Kecamatan Alok, serta Desa Kojadoi, Kojagete dan Parumaan di Kecamatan Alok Timur.
Menyusul 14 desa yang masuk dalam Desa Proritas Kedua yaitu Desa Darat Pantai dan Natarmage di Kecamatan Talibura, Desa Pruda, Tanarawa, Tuabao di Kecamatan Waiblama, Desa Nitunglea, Rokirole, Ladolaka, Lidi, Maluriwu, Kesokoja, dan Tuanggeo di Kecamatan PaluE, serta Desa Pemana dan Gunung Sari di Kecamatan Alok.
Lalu ada 4 desa yang masuk dalam Desa Prioritas Ketiga yaitu Desa Wolonwalu di Kecamatan Bola, Desa Ilinmedo di Kecamatan Waiblama, serta Desa Heopuat dan Kajowair di Kecamatan Hewokloang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka Hengki Sali menjelaskan berdasarkan peta ketahanan dan kerentanan pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Sikka Tahun 2019, kondisi kerentanan terhadap kerawanan pangan kronis secara komposit ditentukan berdasarkan 6 indikator. Indikator-indikator itu berhubungan dengan 3 dimensi ketahanan pangan yakni ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan.
“Berdasarkan hasil pembobotan, desa-desa dikelompokkan dalam enam prioritas. Prioritas pertama merupakan merupakan prioritas utama yang menggambarkan tingkat kerentanan paling tinggi, dan seterusnya hingga prioritas keenam yang relatif paling tahan pangan,” ujar dia.
Berdasarkan analisa tingkat kerawanan pangan, dari sisi aspek ketersediaan pangan menunjukkan 6 kecamatan masuk kategori waspada yakni Magepanda, Nita, Bola, Doreng, Mapitara, dan Nele. Sedangkan 15 kecamatan masuk dalam kategori rawan.
Dari aspek akses pangan yang meliputi harga pangan 8 komodoti strategi menunjukkan bahwa 21 kecamatan masuk dalam kategori aman. Dan dari aspek pemanfaatan pangan menunjukkan bahwa 21 kecamatan masuk kategori rawan.
Terdapat 50 desa yang masuk Desa Proritas Keempat dan 58 desa yang masuk Desa Prioritas Kelima. Sementara 29 desa masuk dalam Desa Prioritas Keenam atau terkategori tahan pangan.
Sebanyak 29 desa yang tahan pangan adalah Desa Paga di Kecamatan Paga, Desa Korobhera, Wolodesa, dan Dobo Nua Puu di Kecamatan Mego, Desa Detubinga, Loke, dan Poma di Kecamatan Tanawawo, Desa Korowuwu di Kecamatan Lela, dan Desa Bangkoor di Kecamatan Talibura.
Selanjutnya Desa Namangkewa, Waiara, dan Geliting di Kecamatan Kewapante, Desa Watumilok dan Watuliwung di Kecamatan Kangae, Desa Koting C di Kecamatan Koting, Desa Nele Wutung di Kecamatan Nele, Desa Nita, Takaplager, dan Nitakloang di Kecamatan Nita, dan Desa Kolisia B di Kecamatan Magepanda.
Beberapa kelurahan di dalam Kota Maumere juga terkategori tahan pangan yakni Kelurahan Kota Uneng, Madawat, dan Kabor di Kecamatan Alok, Kelurahan Wuring di Kecamatan Alok Barat, Kelurahan Kota Baru, Beru, Nangameting, Wairotang, dan Waioti di Kecamatan Alok Timur.*** (eny)