Ulat Grayak Serang 756,55 Hektar Jagung

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 24 Januari 2020 - 15:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hama ulat grayak menyerang tanaman jagung milik petani

Hama ulat grayak menyerang tanaman jagung milik petani

Maumere-SuaraSikka.com: Petani di Kabupaten Sikka menjerit. Dalam sepekan terakhir ini hama ulat grayak menyerang tanaman jagung yang baru berusia 1 bulan. Serangannya meluas mencapai 756,55 hektar. Yang paling parah di wilayah Kecamatan Alok.
Ulat grayak utama adalah spodoptera exigua atau larva berwarna coklat kehijauan dan spodoptera litura atau larva berwarna coklat.
Ulat grayak tinggal di bawah permukaan tanah di siang hari dan aktif memakan tajuk tumbuhan pada malam hari. Serangannya sangat hebat sehingga dalam waktu semalam dapat menghabiskan suatu pertanaman, dan oleh sebab itu dikenal sebagai ulat tentara.
Ulat Grayak Serang 756,55 Hektar Jagung
Inilah jenis ulat grayak yang menyerang tanaman jagung di Kabupaten Sikka
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Sikka Kristian Amstrong yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/1), membenarkan terjadinya serangan hama ulat grayak.
“Dalam satu minggu terakhir ini saya dapat informasi selerti itu. Saya sudah turun ke lapangan dan melihat sendiri kondisinya. Dan benar, ulat grayak mulai menyerang tanaman jagung,” jelas dia.
Kristian Amstrong mengaku telah mengumpulkan Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) untuk mendapatkan data tingkat serangan hama ulat grayak. Data dari POPT menyebutkan serangan ringan seluas 281,55 hektar, serangan sedang 404 hektar, dan serangan berat 71 hektar.
Ulat Grayak Serang 756,55 Hektar Jagung
Seorang petani sedang membersihkan hama ulat grayak
Terkait kondisi ini pihaknya telah menyarankan para petani untuk melakukan mekanis dengan cara membersihkan dan membakar. Selain itu, dia juga menyarankan untuk dilakukan pembasmian dengan penyemprotan insektisida.
Menurut dia, munculnya hama ulat grayak, akibat dari pengolahan lahan yang tidak sesuai anjuran. Secara normal, katanya, pengolahan lahan harus lebih awal, minimal 2 minggu atau 1 bulan sebelum proses menanam. Dengan demikian, tanah yang diolah sempat terjemur, sehingga bisa mematikan bakteri.

“Kebiasaan petani sekarang mengolah lahan setelah turun hujan. Nah itu yang keliru. Ulat grayak berpotensi pada lahan yang salah pengolahan. Dan lebih berpeluang lagi kalau terjadi musim yang tidak menentu, sebentar hujan, sebentar panas,” ungkap dia.

Baca Juga :  Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Data yang dihimpun media ini, ulat grayak menyerang lahan pertanian di 14 kecamatan. Yang paling tinggi adalah Kecamatan Alok seluas 206 hektar, menyusul Kangae 155 hektar, dan Alok Barat 89 hektar.
Selanjutnya Alok Timur 64 hektar, Waigete 52 hektar, Koting 32 hektar, Kewapante 30 hektar, Doreng 20 hektar, Bola 15 hektar, Talibura 10 hektar, Nele 6,5 hektar, Lela 5 hektar, Paga 5 hektar, dan Hewkloang 3 hektar.
Selain ulat grayak, jagung milik petani juga diserang hama belalang dan hama lalat bibit. Belalang menyerang 10,5 hektar di Tanawawo, 10 hektar di Magepanda dan 3 hektar di Mego. Lalat Bibit menyerang 1,5 hektar di Nita dan 1,25 hektar di Lela.
Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura bersama PPOT dan para petani pemilik lahan, kini sementara melakukan pencegahan dengan menyemprotkan insektisida. Dinas Pertanian Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan 400 liter insektisida dan 40 buah alat semprot dari Bidang Proteksi Dinas Pertanian NTT.*** (eny)

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA