Kakek Pemerkosa Tidak Ditahan, Kasat Reskrim: Pertimbangan Kesehatan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 15 Februari 2020 - 09:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 13 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakek terduga pelaku berjalan keluar dari halaman Mapolres Sikka, Kamis (13/2)

Kakek terduga pelaku berjalan keluar dari halaman Mapolres Sikka, Kamis (13/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Penyidik pada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sikka memutuskan untuk tidak menahan JJ, kakek pemerkosa anak di bawah umur. Kapolres Sikka melalui Kasat Reskrim AKP Heffri Dwi Irawan beralasan pertimbangan kesehatan.
“Ya benar, kita tidak tahan. Terduga pelaku sedang sakit asma akut. Kita kuatir juga terjadi sesuatu di ruang tahanan,” jelas Heffri Dwi Irawan menjawab media ini, Kamis (13/2).
Meski tidak tahan, kata dia, penyidik memberlakukan wajib lapor kepada setiap dua hari dalam satu minggu kepada kakek berusia 72 tahun. Wajib lapor diberlakukan selama proses hukum ditangani kepolisian. Selain itu penyidik juga telah meminta terduga pelaku melengkapi dokumen surat keterangan dokter.
Selama proses hukum ini sedang ditangani, lanjut dia, pihaknya menyarankan terduga pelaku tidak kembali ke kampung halamannya di Klotong Dusun Gade Desa Wolonwalu Kecamatan Bola. Untuk sementara terduga pelaku menetap di rumah anaknya di Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur.
“Kami sudah ingatkan terduga pelaku agar kooperatif, dan melaksanakan wajib lapor. Jika ternyata dia menghambat, kami bisa mengambil tindakan hukum yang lain,” ujar dia.
Kakek Pemerkosa Tidak Ditahan, Kasat Reskrim: Pertimbangan Kesehatan
Kakek pemerkosa dibonceng anaknya dengan sepeda motor
Pantauan media ini, Kamis (13/2), pelaku yang mengenakan kain lipa, tampak duduk di delan Unit PPA. Dia ditemani seorang laki-laki yang diduga anak kandungnya. Menurut informasi, hari itu penyidik akan meminta keterangan dari terduga pelaku.
Setelah kurang lebih 1 jam sesudahnya, penyidik keluar dari Ruangan Unit PPA dan menemui terduga pelaku. Tampak penyidik sedang berbicara kepada terduga pelaku. Kurang lebih 10 menit setelah itu, terduga pelaku bersama anaknya meninggalkan Unit PPA.
JJ yang berjalan sedikit sempoyongan itu, ternyata keluar dari Mapolres Sikka. Dia dibonceng anaknya dengan sebuah kendaraan bermotor roda dua, menuju ke arah timur Kota Maumere.
Sebagaimana diberitakan, JJ memerkosa VDB, pelajar Kelas 2 SD. Peristiwa ini terjadi Kamis (30/1) di rumah pelaku sekitar pukul 13.30 Wita. Namun orang tua korban baru melaporkan kasus ini ke Polsek Bola pada Selasa (11/2).
Heffri Dwi Irawan yang dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (12/2), menjelaskan pada saat itu korban yang usai bermain, sedang beristirahat di pinggir jalan. Lalu pelaku menghampiri korban, dan mengajak ke rumah pelaku. Sesampai di rumah, pelaku membuka paksa baju dan celana korban. Setelah itu pelaku langsung melampiaskan hasrat bejatnya.
Berselang beberapa menit kemudian pelaku menggendong korban yang dalam keadaan telanjang, dan berencana pindah ke tempat lain. Saat itu secara tidak kebetulan ada saksi yang melihat. Pelaku pun buru-buru memakaikan korban pakaian.
Usai memerkosa bocah belia itu, pelaku memberikan korban uang Rp 50.000. Dia juga mengancam akan menggorok leher korban jika melaporkan peristiwa ini kepada orang lain.
Peristiwa ini terbongkar pada Sabtu (8/2), setelah orang tua korban mencurigai karena korban memiliki banyak uang. Setelah dicari tahu, korban mengaku mendapat uang dari pelaku. Karena keluarga menelusuri ihwal uang itu, akhirnya korban mengaku diperkosa oleh pelaku.
Aparat kepolisian berhasil mencokok terduga pelaku pada Rabu (12/2) malam di rumah keluarganya di Kampung Sulit Dusun Hokok Desa Wolonwalu. Kapolsek Bola Ipda Daniel Melky Tunu mengatakan usai melakukan hasrat bejatnya, terduga pelaku melarikan diri ke rumah anaknya di Waioti, dan baru kembali pada Rabu (12/2).*** (eny)
Baca Juga :  Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Berita Terkait

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Berita Terbaru

Tim Basarnas Maumere tengah mengevakuasi korban gempa di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:07 WITA

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA