Menunggu Lambelu Bersandar

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2020 - 19:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 34 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KM Lambelu di tengah Laut Flores, Selasa (7/4)

KM Lambelu di tengah Laut Flores, Selasa (7/4)

Teringat 1 bulan lalu, 7 April 2020. Laut Flores membiru, tampak tenang sejak pagi. Hampir tidak ada ombak. Buih-buih putih hanya berdesiran kala pantat perahu beradu dengan laut.

Dari 2 mil kejauhan, tampak Lambelu samar-samar, tenang di tempat. Sudah hampir 20 jam, dia tertahan di tengah laut. Ratusan penumpang – datanya simpang siur, antara 239 atau 256 – tampak gelisah.

ABK dan penumpang sudah bisa melihat daratan. Tapi mereka tidak mampu mencapainya. Dari beberapa video yang beredar kala itu, terjadi keributan di atas kapal. Ratusan penumpang tidak sabar menunggu Lambelu bersandar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjelang magrib, ketenangan Laut Flores mendadak berubah. Berturut-turut 6 orang terjunkan diri ke tengah laut. Mereka melancarkan aksi protes atas sikap pemerintah yang menolak Lambelu bersandar. Bupati Sikka yang tidak jauh dari posisi Lambelu, menyaksikan langsung aksi neksd ini.

Laut Flores yang tadinya tenang, mendadak bergemuruh. Aksi terjun ke laut bikin pemerintah kecut. Bupati Sikka sepertinya berada dalam dilematis. Akhirnya dia menganulir keputusannya sendiri. Lambelu pun bersandar.

Menunggu Lambelu bersandar, menunggu selama 20 jam, tentu dalam sebuah kecamukan yang besar. Ribut gaduh di kapal, bisa jadi itu bagian dari “kode alam”. Terjun ke laut, mungkin saja, itu rancangan strategi. Toh akhirnya Bupati Sikka luluh.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Akhirnya Lambelu bersandar. Para penumpang bergembira. Mereka berhasil “memenangkan” sebuah pertarungan. Diplomasi ala kampung menggugurkan pikiran-pikiran para cerdik cerdas.

Sejak 7 April 2020, Lembelu menghiasi kerja besar 73 anggota Satgas Pencegahan Covid Sikka. Ratusan relawan pun ikut pontang-panting. Tagana dan PMI bahu-membahu. Aparat TNI dan Polri “angkat senjata”.

Lambelu memaksa diskusi yang tidak berkesudahan. Pro kontra mengalir deras di ruang publik. Pikiran-pikiran membias. Asumsi-asumsi bertebaran. Semuanya “baku pukul”. Sementara pemerintah terus-menerus meneriakan imbauan.

Lambelu memang genit. Gedung mewah SCC disulap. Rujab Bupati yang sakral dan dibiarkan kosong beberapa bulan, dialihfungsikan. Tidak ada pilihan setelah hotel-hotel tutup tamu dan sekolah-sekolah batal jadi tempat penampungan.

Cerita Lambelu masih panjang. Tiga orang reaktif rapid test pertama. Rasa gelisah mulai muncul. Makin kalut lagi setelah 20 ABK dan mitra terpapar corona.

Dari balik batas tali penyekat di Gedung SCC, dinamika juga semakin kencang. Para penumpang mulai gelisah. Tidak sabar. Mereka mulai rewel. Puncaknya adalah aksi mogok makan. Lagi-lagi mereka unggul lewat diplomasi ala kampung.

Satu bulan Lambelu hari ini. Empat orang sudah pada titik aman setelah hasil swab negatif. ameskipun satu di antaranya justeru kembali reaktif rapid test. Tersisa 175 orang yang penuh tanda tanya. Di antaranya ada 47 orang yang reaktif rapid test.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Di tengah kegelisahan itu, muncul kabar yang menggelisahkan. Satu orang eks Lambelu dari Flotim, terpapar corona. Berita ini bikin bising Sikka. Flotim yang hanya dengan 17 penumpang saja sudah terperangkap, bayangkan dengan 179 penumpang asal Kabupaten Sikka.

Lambelu kian menggelisahkan. Persis satu bulan hari ini, 47 orang jalani swab. Bersamaan dengan 21 Klaster Gowa dan 2 Klaster Magetan. Sampel swab 70 reaktif rapid test, baru akan dikirim ke Kupang besok Jumat (8/5).

Sikka tengah menanti hasil swab. Suasananya mungkin mirip dengan satu bulan lalu. Menunggu ketidakjelasan antara bersandar atau tidak bersandar.

Kalau bulan lalu para penumpang berspekulasi dengan diplomasi ala kampung, kali ini sudah pasti tidak ada ilmu apapun yang bisa mencoret garis merah pada hasil swab.

Terjun ke laut, sudah tidak mungkin menjadi tipex untuk menganulir keputusan laboratorium. Mogok makan, sudah tidak bisa diandalkan untuk merayu-rayu para analis.

Menunggu Lambelu “bersandar”, tentu ini sesuatu yang tidak diinginkan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka. Harapan satu-satuya adalah menyatukan kekuatan dengan doa.

Kalau bulan lalu ratusan penumpang tidak sabar menunggu Lambelu bersandar, sudah pasti kali ini mereka dan semua masyarakat Kabupaten Sikka, menolak dengan keras Lambelu “bersandar”.*** (vicky da gomez)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru