Dana Desa di NTT Mencapai Rp 2,5 Triliun Lebih

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 28 Agustus 2018 - 17:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon memukul gong saat pembukaan rapat koordinasi Dinas PMD NTT di Hotel Capa Maumere, Senin (27/8)

Dana Desa di NTT Mencapai Rp 2,5 Triliun Lebih

Foto: Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon memukul gong saat pembukaan rapat koordinasi Dinas PMD NTT di Hotel Capa Maumere, Senin (27/8) Dana Desa di NTT Mencapai Rp 2,5 Triliun Lebih

Maumere-SuaraSikka.com: Alokasi dana desa untuk 2.996 desa di Propinsi NTT mengalami peningkatan. Untuk tahun 2018, alokasi dana desa mencapai angka yang begitu besar yakni Rp 2.547.533.383.000. Diharapkan alokasi dana desa dapat meningkatkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Untuk memantapkan rencana kerja tindak lanjut dan koordinasi kegiatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi NTT menggelar rapat koordinasi di Maumere Kabupaten Sikka. Rakor selama tiga hari ini berlangsung di Hotel Capa Kecamatan Kangae, Senin-Kamis (27-30/8). Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon langsung membuka rakor tersebut, Senin (27/8) malam.
Di hadapan sekitar 300 peserta yang datang dari seluruh kabupaten/kota di NTT, Robert Simbolon mengakui bahwa dana desa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sejak tahun 2016 hingga 2018. Pada tahun 2016 alokasi dana desa sebesar Rp 1.849.353.802.000, kemudian meningkat dua kali lipat pada tahun 2017 menjadi Rp 2.360.353.320.000.
Dia berharap peningkatan tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya tujuan dan capaian program pemberdayaan masyarakat desa yaitu meningkatnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Dana desa yang jumlahnya tidak sedikit ini mestinya dikelola dengan baik sehingga bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat desa.
“Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita memastikan bahwa dana desa yang terus mengalami peningkatan tersebut memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Oleh karena itu saya minta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten harus lebih maksimal di dalam pengelolaannya, baik dari segi kebijakan maupun aturan termasuk implementasi di lapangan,” ujar Robert Simbolon.
Robert Simbolon menegaskan bahwa hal pertama yang harus dilakukan yakni kesiapan dari sisi kelembagaan, dalam hal ini Dinas PMD. Dia mengingatkan bahwa Dinas PMD di semua tingkatan, dari provinsi sampai kabupaten, merupakan instansi terdepan yang untuk sementara ini masih menjadi satu-satunya yang bisa diandalkan mengurus sekaligus mendampingi dan melayani masyarakat.
Dia berharap Dinas PMD terus-menerus mengupayakan peningkatan peran organisasi. Dinas PMD perlu memberikan peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat untuk berpartisipasi, berprakarsa, melakukan sendiri apa yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya. Kehadiran Dinas PMD, katanya, penting, bahkan dia menyebut masih bersifat keharusan.
Robert Simbolon meminta peserta rakor melakukan evaluasi atas seluruh tahapan perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dana desa secara baik. Dia berharap rakor dapat menghasilkan pikiran-pikiran konstruktif dalam mengimplementasikan UU Desa di NTT.
“Manfaatkan forum rakor sebaik mungkin untuk mendiskusikan berbagai persoalan dan solusi yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban dana desa serta program prioritas,” pesan dia.
Dia juga mengingatkan agar ada peningkatan pembinaan dan pengawasan terhadap desa secara efektif dan bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan desa yang maju, kuat, mandiri dan demokratis. Selain itu dia menegaskan agar terus-menerus melakukan peningkatan sumber daya manusia bagi para pengelola dana desa baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa sehingga ada kesamaan pemahaman dan implementasi sesuai ketentuan yang berlaku.*** (eny)
REKOMENDASI:
Baca Juga :  Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Berita Terkait

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:09 WITA

Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA

Pemain Perss Soe merayakan kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya, Jumat (7/8)

Daerah

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:42 WITA