Sa Ngaza Melantun, Uskup Ewal Tertegun
Dibaca 506 kali
Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu sedang mendengarkan sa ngaza, sebelum Perayaan Ekaristi Penahbisan Uskup, Rabu (26/9)
Maumere-SuaraSikka.com: Donatus Rani dari Komunitas Barina (Bajawa Riung Nagekeo) Maumere melantunkan sa ngaza dengan penuh khidmat, Rabu (26/9), di depan Uskup Maumere Terpilih Mgr Edwaldus Martinus Sedu. Tak ayal, uskup kelahiran Bajawa 56 tahun lalu itu tampak tertegun.
“O, Ewal de maku, Ewal de maku. Kau baga puu tana Ngadha, wi tau dara dia semala. Kau bhie puu Ine Rie, moe dara sile nee watu mite. O, Ewal de milo, Ewal de milo. Kau kaka riwu masa, baga sao ngaza ema da olo naa. Kau zoo riwu woso, sadho wolo ema da olo dongo. Hoga hama miu tau laba,” demikian Donatus Rani, pegawai Keuskupan Maumere, melengkingkan sa ngaza, didampingi Leonardus Tunga dan Siprianus Djawa.
Sa ngaza merupakan ritus adat Bajawa yang biasa dilakukan dengan cara meneriakkan nama orang yang berkepentingan pada kegiatan yang dilakukan. Karena Uskup Ewald merupakan tokoh penting pada Pentahbisan Uskup Maumere, lengkingan sanga za pun harus meneriakkan nama Uskup Ewal.
Lukas Lusi, sesepuh Barina di Maumere menjelaskan sa ngaza yang disampaikan sore tadi mengisahkan bagaimana Edwaldus Martinus Sedu yang datang dari turunan Ine Rie Kabupaten Ngada, kemudian mendapatkan terang dunia yang akan dipancarkan bagi seluruh umat di Keuskupan Maumere.
Sa ngaza juga memberikan pesan kepada Uskup Ewal, untuk menghimpun dan menunjang umat agar selalu berjalan pada jalan yang benar yang sudah disiapkan Tuhan.
Berita Terkait:
Ritus adat ini dilaksanakan di Jalan Ahmad Yani, persis di depan Kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka. Uskup Ewal mengikuti proses ritus adat itu dengan penuh hormat. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Dia tampak tertegun. Usai sa ngaza yang berlangsung hanya 4 menit, Uskup Ewal kembali ke dalam Kantor PUPR untuk mempersipkan diri mengikuti Perayaan Ekaristi.
Selain ritus adat secara Bajawa, Kelompok Tarian Papak juga yang menerima Uskup Ewal di depan Pintu Gerbang Gelora Samador, juga menyampaikan kahe menurut adat Sikka. Tidak jauh berbeda, kahe ini juga memberikan penguatan kepada Uskup Ewal untuk menjadi pemimpin yang bijak bagi umat Keuskupan Maumere.
Tarian ja’i dan tarian papak mengawali seluruh proses Perayaan Ekaristi Penahbisan Uskup Maumere. Setelah memasuki Gelora Samador da Cunha Maumere, konselebran imam dan uskup disambut dengan tarian pengantar. Sejumlah gadis berbaju kuning, membentuk pagar betis sambil menari-nari. Para konselebran berjalan melewati pagar betis.
Perarakan konselebran dan tarian pengantar ini diiringi lagu Ho Riwung E Mai, yang digubah Orestis Parera, seorang musisi lokal asal Kabupaten Sikka. Lagu pembuka dengan motif leke ini dinyanyikan dengan penuh semangat oleh koor yang melibatkan ratusan anggota dari 9 paroki di Keuskupan Maumere.*** (eny)