Wentho Eliando Luncurkan Catatan Perjalanan Jurnalistik

1
346
Wentho Eliando Luncurkan Catatan Perjalanan Jurnalistik
Cover depan Buku Ole-Ole Hari Bae Nagi
Larantuka-SuaraSikka.com: Tidak semua wartawan berkesempatan menuliskan catatan jurnalistik dalam tugas profesi. Ini berbeda dengan Wentho Eliando, wartawan Harian Umum Flores Pos. Dia menulis cukup banyak catatan jurnalistik selama bertugas di Kabupaten Flores Timur. Karya-karya itu akan diluncurkan Selasa (2/10) dalam bentuk buku yang dia beri judul Ole-Ole Hari Bae Nagi.
Laki-laki lajang kelahiran Kabupaten Sikka 42 tahun yang lalu itu, tentu punya alasan tersendiri memberi judul buku yang agak lagak. Bertugas selama 5 tahun di Flores Timur, sejak Januari 2013, tentu itu antara lain alasan buat pria yang hobi berpetualang ini. Selain itu, judul buku tersebut sekaligus untuk menegaskan tradisi Semana Santa yang sudah berjalan kurang lebih 500 tahun di Larantuka, ibukota Flores Timur. Di daerah itu, secara turun-temurun, Semana Santa disebut sebagai Hari Bae.
Ole-Ole Hari Bae Nagi ingin mengangkat potensi-potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Flores Timur. Wentho Eliando ingin menegaskan bahwa Flores Timur tidak hanya identik dengan tradisi Semana Santa yang sudah mendunia. Flores Timur menyimpan banyak keunikan yang tidak kalahdengan daerah-daerah lainnya di Indonesia bahkan di dunia.
Buku setebal 125 halaman ini terdiri dari 4 bagian yakni Ziarah Rohani Semana Santa, Ziarah Rohani Flores Timur, Wisata Terdekat Kota ReinhaRosari, dan Flores Timur dalam Catatan. Setidaknya ada 37 artikel yang bisa memenuhi ambisi pembaca untuk menjelajahi Flores Timur.
Pada buku ini, terdapat tulisan tentang objek wisata alam, baik bahari maupun pegunungan. Tulisan yang sangat menarik mengenai pantai pasir putih Blawi, pasir putih 1001 batu bergambar, daya tarik Teluk Kelambu Kapal Pesiar, gundukan pasir putih di tengah laut, kisah asmara danau Waibelen, air terjuan bertingkat tiga, dan sunset yang menakjubkan. Ada juga tulisan tentang kekayaan kehidupan adat budaya masyarakat lokal.
Ole-Ole Hari Bae Nagi diterbitkan oleh Penerbit Nusa Indah Ende. Buku ini dikemas dengan tampilan isi dan foto berwarna yang memberikan kemanjaan bagi para pembaca untuk lebih mudah dan menelusuri bumi Nagi. Karena setidaknya dari buku ini, pembaca akan mengetahui lebih luas tentang kekayaan yang masih tersembunyi di Flores Timur.
Acara peluncuran Ole-Ole Hari Bae Nagi akan berlangsung di Ini Bukan Cafe, salah satu cafe yang terletak di Taman Kota Felix Fernandez. Seluruh acara ditangani dan dikerjakan oleh CIG & IBC Community, sebuah event organizer yang terkenal penuh kreatifitas dan inovatif.
Menurut Wentho Eliando, pada saat peluncuran buku, akan tampil berbagai kelompok seni dan budaya Lamaholot. Salah satunya adalah Nara Teater, sebuah teater seni dan budaya besutan sutradara nasional asal Flotim, Silvester Petara Hurint. Nara Teater akan pentas di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Sabtu (13/10) mendatang, dengan membawa cerita tentang Ina Lewo.*** (eny)

KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini