Jokowi Batalkan Kenaikan Harga Premium

0
95
Jokowi Batalkan Kenaikan Harga Premium
Suasana di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum
Jakarta-SuaraSikka.com: Presiden Joko Widodo mendadak membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi jenis premium. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Erani Yustika mengatakan pembatalan tersebut terjadi karena Presiden mendengarkan aspirasi publik.
“Presiden selalu menghendaki adanya kecermatan di dalam mengambil keputusan, termasuk juga menyerap aspirasi publik,” kata Erani sebagaimana dikutip dari kompas.com, Rabu (10/10).
Dalam soal kebijakan harga BBM, menurut Erani, ada tiga poin yang menjadi bahan pertimbangan Presiden. Pertama, Presiden meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan. Kedua, Kemenkeu diminta menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan agar tiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM, tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal.
Ketiga, memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar.
BBM jenis premium rencananya akan naik pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10) sore tadi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan hal itu di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Rabu sore tadi.
“Untuk Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) harga per liter jadi Rp 7.000. Sementara di luar Jamali jadi Rp 6.900,” kata Jonan.
Jonan menjelaskan, kenaikan harga premium dikarenakan harga salah satu acuan minyak dunia, yaitu Brent, sudah lebih di atas 80 dollar AS per barrel. Selain itu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga mengalami kenaikan yang membuat pemerintah memutuskan perlunya penyesuaian harga.
Namun hanya berselang hitungan jam, pernyataan Jonan itu dikoreksi anak buahnya. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, BBM batal naik berdasarkan arahan Presiden Jokowi.
“Iya ditunda, sesuai arahan Pak Presiden (Jokowi) kita evaluasi lagi kenaikan tersebut. Kita masih menunggu Pertamina melakukan persiapan, jadi kita evaluasi lagi,” kata Agung.
Staf Ahli Menteri BUMN Wianda Pusponegoro mengungkapkan penundaan kenaikan harga BBM premium menunggu kesiapan Pertamina dan mempertimbangkan hal-hal lain. Dia juga belum memastikan kapan kenaikan premium akan diberlakukan.
Sebelumnya, Jonan menjelaskan kenaikan harga premium dikarenakan harga salah satu acuan minyak dunia, yaitu Brent, sudah lebih di atas 80 dollar AS per barrel. Selain itu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga mengalami kenaikan yang membuat pemerintah memutuskan perlunya penyesuaian harga.
Meski harga premium naik, Jonan menilai besaran kenaikan harga tersebut sudah memperhitungkan berbagai kondisi di dalam negeri. Jonan juga menyebut kenaikan harga premium yang dilakukan pemerintah sekitar 7 persen, sementara harga minyak dunia sudah naik 25 persen dari data terakhir.
Jonan juga mengungkapkan, untuk BBM subsidi seperti biosolar PSO tidak naik atau tetap Rp 5.150 per liter. Pertimbangannya karena banyak aktivitas ekonomi seperti logistik hingga transportasi yang bergantung pada biosolar PSO ini, sehingga harapannya kenaikan premium tidak merembet pada kenaikan harga-harga lainnya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini