Kisruh Pokir di DPRD Sikka, GMNI: Seperti Anak Kecil Berebut Kue
Dibaca 27 kali
Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga sedang berorasi dalam sebuah momen aksi damai beberapa waktu lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Polemik tentang pendekatan politis atau pokok-pokok pikiran (pokir) di internal DPRD Sikka membuat gemas sejumlah kalangan. Salah satunya dari datang dari Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga. Dia mengibaratkan polemik itu seperti anak kecil yang berebut kue pemberian orang tua.
“Kisruh internal ini seperti sebuah lelucon yang sedang dilakukan anggota DPRD Sikka. Ibaratnya dua orang anak kecil yang berebutan sepotong kue permberian ibu dan ayahnya,” tulis Emilianus Y. Naga dalam keterangan pers kepada media ini, Selasa (23/10).
Berita Terkait:
GMNI Sikka menilai anggota DPRD Sikka sudah tidak lagi memperjuangkan kebutuhan masyarakat, tetapi malah mempeributkan dana pokir yang mereka anggap ada ketidakadilan dan diskriminasi. GMNI Sikka berpandangan wakil-wakil rakyat ini sudah keluar jauh dari tugas utama sebagai orang-orang yang dimandatkan rakyat.
Pemenuhuan kebutuhan rakyat, tegas Emilianus Y. Naga, bukan hanya bersumber dari dana pokir. Anggota DPRD Sikka berkewajiban melaksanakan tugas dan fungsi pokok seperti legislasi, budgeting, dan pengawasan. Dia mengaku heran dengan perilaku anggota DPRD Sikka yang lebih mementingkan berjuang mendapatkan pokir dari pada melaksanakan tugas dan fungsi pokok.
“GMNI Sikka mendesak wakil-wakil rakyat di Kabupaten Sikka untuk fokus berjuang bagi kepentingan masyarakat dan daerah ini. Jangan jadikan pokir sebagai satu-satunya alat memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar dia.
GMNI Sikka juga mengimbau Pemkab Sikka dalam hal ini Bupati Sikka, untuk bersikap netral kepada siapa pun. Bupati Sikka harus mencerminkan diri sebagai seorang pemimpin yang berdiri di tengah masyarakat. GMNI Sikka mengimbau agar pemerintah dan DPRD membangun kemitraan yang harmonis untuk kepentingan besar masyarakat di daerah ini.*** (eny)