Kisah Pilu Korban Setrum, Dari Jenguk Orangtua Sampai Dapat Job

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 31 Oktober 2018 - 09:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di kamar jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (30/10) malam, menyusul tewasnya dua buruh pekerja jaringan telekomunikasi

Suasana di kamar jenazah RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (30/10) malam, menyusul tewasnya dua buruh pekerja jaringan telekomunikasi

Maumere-SuaraSikka.com: Dua orang buruh jaringan telekomunikasi tewas di tempat, Selasa (30/10) petang, setelah kesetrum listrik tegangan tinggi. Salah satunya adalah Mikael Moa Bero, yang datang dari Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. Media ini mendapat kisah pilu korban dari niatnya mengunjungi orangtua hingga mendapatkan job pemasangan tiang telkom.
Mikael Moa Bero yang berusia 60 tahun, selama ini tinggal di Kefamenanu. Dia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Istrinya baru saja meninggal satu tahun yang lalu. Korban aslinya adalah warga Kabupaten Sikka, yang dulu pernah menetap di Waewerut Desa Waiara Kecamatan Kewapante.
Saverius Nong Okto, salah satu keponakan korban yang ditemui di UGD RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (30/10) pasca peristiwa naas itu, mengaku korban baru saja tiba dari Kefamenanu pada Senin (29/10). Tidak seperti biasanya, kali ini korban datang tanpa terlebih dahulu mengabarkan kepada keluarga di Waiara.

Berita Terkait:


“Biasanya dia kasih kabar, dia telepon kalau mau datang. Kali ini tidak. Tiba-tiba saja muncul. Dia alasan mau jenguk Mama-nya yang sedang sakit. Tadi malam tidur di rumah saya,” cerita Saverius Nong Okto.
Dari Kefamenanu korban menempuh jalan darat ke Kupang, kemudian ikut kapal dari Kupang menuju Larantuka. Rupanya di atas feri dia bertemu dengan beberapa orang yang akan bekerja di Maumere sebagai buruh pada perusahaan yang memenangkan tender pemasangan jaringan telekomunikasi.
Entah bagaimana cerita komunikasi di antara mereka, Saverius Nong Okto tidak terlalu tahu. Yang pasti, kata dia, korban menginformasikan bahwa akan bekerja pada proyek pemasangan jaringan telekomunikasi di Maumere. Korban juga mengikutsertakan salah satu keponakannya bernama Yosef Frans Bero.
Pada Selasa (30/10), korban bersama Yosef Frans Bero kemudian bergabung dengan 7 orang buruh untuk memulai pekerjaan hari pertama. Ketujuh buruh itu adalah Jusman Burhan Wadan, Abubakar Eli, Soleman Tetu, Sarif Udin, Murry Mashuri, Dani, dan Saverianus. Sembilan orang buruh ini di bawah pengawasan Rahmat Samsudin selaku mandor. Seorang buruh atas nama Jusman Burhan Wadan, warga Solor Kabupaten Flores Timur, juga menjadi korban setrum listrik.
Rahmat Samsudin yang ditemui di Kantor Polres Sikka, Selasa (30/10) malam, tidak terlalu banyak memberikan keterangan. Media ini sulit mendapatkan informasi dari mandor ini terkait mekanisme perekrutan tenaga kerja, kontrak kerja, gaji, asuransi kecelakaan, sampai kepada sarana pengaman kerja. Dia meminta media ini langsung mengklarifikasi dengan Direktur PT Percon Summa selaku kontraktor pelaksana.
“Nanti tanya Pa Edi saja, dia ada di Denpasar, besok sudah tiba di sini. Saya ini hanya mandor,” alasan Rahmat Samsudin.
Pantauan media ini tadi malam, jenazah korban setrum listrik sudah berada di kamar jenazah RSUD TC Hillers Maumere. Keluarga korban baik dari Desa Waiara maupun paguyuban Solor di Maumere tampak berada di kamar jenazah. Menurut informasi, setelah urusan administrasi keluarga korban akan membawa pulang jenazah. Korban Mikael Moa Bero rencananya disemayamkan di Desa Waiara, sementara korban Jusman Burhan wadan rencananya langsung dibawa ke Solor.*** (eny)
Baca Juga :  Ratusan Guru Yapenthom Nyekar ke Makam Raja Don Thomas

Berita Terkait

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim
Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional
Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan
Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WITA

Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:24 WITA

Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:09 WITA

Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:38 WITA

Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melaunching Program NADI JKN, Selasa (4/8) di Jakarta

Nasional

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:33 WITA

Pemain Perss Soe merayakan kemenangan atas Persada Sumba Barat Daya, Jumat (7/8)

Daerah

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agu 2026 - 20:42 WITA