Bosowa 10.800 Zak dan Tiga Roda 27.500 Zak Langsung Habis
Dibaca 88 kali
Tim Pengawas dan Pengendalian Stok dan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Strategis Lainnya Kabupaten Sikka melakukan inspeksi mendadak terkait kelangkaan semen di Kabupaten Sikka, Rabu (28/11)
Maumere-SuaraSikka.com: Cerita kelangkaan semen di Kabupaten Sikka makin menarik saja. Ternyata belum lama ini semen Bosowa 10.800 zak dan Tiga Roda 27.500 zak masuk di Kota Maumere. Namun dalam sekejap semuanya langsung habis di tangan pihak lain dalam bentuk DO (delivery order).
Informasi tentang ini diketahui setelah Tim Pengawas dan Pengendalian Stok dan Harga Kebutuhan Pokok dan Barang Strategis Lainnya Kabupaten Sikka melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (28/11) sore. Sidak dilakukan setelah sebelumnya Tim Pengawas menggelar rapat di Ruang Kerja Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka.
Sidak ini dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Delly Pasande, melibatkan Kepala Dinas Kopperindag Lukman, Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Yoseph Benyamin, Kepala Bagian Ekonomi Bajo da Cunha, beserta sejumlah staf Dinas Kopperindag, staf Bagian Humas dan Protokol dan anggota Pol PP dan Damkar.
Berita Terkait:
Awalnya Tim Pengawas melakukan sidak ke Gudang Perkapasan di Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat yang disinyalir sebagai tempat aktifitas bongkar muat semen Bosowa. Namun di tempat ini Tim Pengawas tidak menemukan aktifitas apapun. Pegawai distributor sudah kembali ke kantor yang letaknya di Kelurahan Waidoko Kecamatan Alok Barat. Tim Pengawas pun menyusul ke sana.
Dari dua petugas perempuan diketahui pihaknya baru saja membongkar 18 kontainer semen Bosowa. Masing-masing kontainer memuat 600 zak. Sehingga jumlah semen Bosowa yang baru saja dibongkar yakni sebanyak 10.800 zak. Semen sebanyak ini sudah didistribusikan kepada pihak lain yang telah memesan jauh-jauh hari sebelumnya.
Data yang dihimpun media ini, dari 10.800 zak tersebut didistribusikan kepada Toko Anugerah 3.000 zak, Toko Cahaya Alok 1.200 zak, Toko Tri Jaya 1.200 zak, Toko Batu 1.200 zak, Pelindo 600 zak, NTJ 300 zak, dan Toko Sumber Terang 300 zak. Sementara sebanyak 3.000 zak dirangani sendiri oleh distributor.
Tim Pengawas sempat melihat gudang penyimpanan milik distributor yang tidak jauh dari kantornya. Di gudang penyimpanan terlihat ratusan zak semen yang sudah berada di atas sebuah dump truck berwarna kuning. Menurut pegawai distributor semen-semen tersebut akan didistribusikan kepada pihak yang sudah memesan.
Sementara itu distributor semen Tiga Roda yang kantornya terletak di Jalan Gajah Mada Kelurahan Madawat Kecamatan Alok, mengakui baru saja membongkar 1.100 ton semen atau sebanyak 27.500 zak. Semen sebanyak itu langsung pindah tangan ke para pemesan yang telah mengantongi DO.
Di gudang penyimpanan terlihat kurang lebih 3.000-an zak semen yang tersusun rapi. Menurut distributor, semen-semen tersebut sudah ada pemiliknya. Pihaknya masih menunggu para pemegang DO untuk datang mengambil ribuan semen itu.
Selain sidak di gudang penyimpanan dua distributor ini, Tim Pengawas juga melakukan sidak ke beberapa toko bahan bangunan yang diketahui menjual semen. Di Toko Cahaya Alok yang tereltak persisi di bagian belakang Pasar Alok, tampak pemilik toko sedang melayani pembelian semen dari seorang warga yang beralamat di Kolisoro Kecamatan Magepanda.*** (eny)