Mobil Ambulance Merayap di Kali Dagemage
Dibaca 27 kali
Sebuah mobil ambulance yang membawa pasien rujukan sedang melewati jalur alternatif di Dagemage Desa Kolisia Kabupaten Sikka, Jumat (4/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Jalur transportasi di Dagemage Desa Kolisia Kecmatan Magepanda Kabupaten Sikka Propinsi NTT kian memprihatinkan. Kendaraan roda empat harus melewai jalur alternatif yang membelah badan kali. Tidak peduli, mobil ambulance pun harus merayap di kali, agar bisa merujuk pasien ke rumah sakit.
Disaksikan media ini, (Jumat 4/1) sekitar pukul 10.00 waktu setempat, sebuah mobil ambulance milik Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka sedang membawa pasien rujukan. Dia datang dari arah Desa Magepanda, diperkirakan hendak menuju RSUD TC Hillers Maumere.
Berita Terkait:
Mobil ambulance ini terpaksa melewati badan Kali Dagemage, menyusul dua buah jembatan darurat yang dibangun pemerintah setempat sudah tidak bisa difungsikan lagi akibat gelagar terlepas dari pangkuan. Kali itu sedang diairi air dengan debit yang tidak terlalu deras. Tinggai air dari dasar kali sekitar 2-5 centimeter.
Kali Dagemage penuh dengan batu-batuan kecil yang agak licin. Tidak jarang banyak kendaraan roda empat yang kandas di tengah kali. Warga masyarakat sekitar yang menyaksikan arus lalulintas di Dagemage sering kali terlibat membantu evakuasi kendaraan yang macet, dan mereka mendapatkan upah dari bantuan tersebut.
Tidak bisa dibayangkan jika mobil ambulance yang membawa pasien rujukan, kandas di tengah kali. Apalagi jika tidak ada masyarakat yang membantu evakuasi. Belum lagi jika pasien yang dirujuk membutuhkan pertolongan segera.
Dengan tidak berfungsinya jembatan darurat, pemerintah setempat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membuat jalan alternatif yang langsung membelah badan kali. Kondisi ini dipastikan tidak akan bertahan lama, apalagi sementara ini sedang dalam musim hujan.
Kondisi di Dagemage membutuhkan perhatian serius, karena sudah bermasalah sejak Desember 2017. Jalur jalan pantai utara (pantura) ini menghubungkan beberapa kabupaten di Pulau Flores. Informasi menyebutkan jalur transportasi ini merupakan jalan propinsi yang kewenangannya berada pada Pemerintah Propinsi NTT.*** (eny)