Soal Kebijakan Pasar Pagi Terbatas, GMNI Sikka Tuding DPRD Lemah Syawat
Dibaca 16 kali
Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga
Maumere-SuaraSikka.com: Beberapa hari setelah dilantik menjadi Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong menetapkan TPI Alok di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur, sebagai pasar pagi terbatas. DPRD Sikka sepertinya dingin saja dengan kebijakan ini. GMNI Sikka pun menuding wakil-wakil rakyat itu sedang lemah syawat.
Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga memiliki alasan untuk mengkritiki 35 wakil rakyat yang berkantor di Jalan Eltari Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok itu. Dia beralasan DPRD Sikka tidak serius melihat dampak dari kebijakan Bupati Sikka. Padahal, kata dia, kebijakan tersebut telah melahirkan diskriminasi dan ketimpangan di tengah masyarakat pedagang.
“Wakil-wakil rakyat ini sepertinya buta dan tuli dengan permasalahan yang terjadi akibat dari kebijakan pasar pagi terbatas. Ada kesan DPRD Sikka malas tahu dan membiarkan saja masyarakat menderita. Saya kira mereka sedang lemah syawat dalam menjalankan fungsi pengawasan,” kritik Emilianus Y. Naga.
Berita Terkait:
Untuk itu, GMNI Sikka mendesak lembaga legislatif itu agar tidak tinggal diam dalam kebisuan. Dia mengajak pimpinan dan anggota DPRD Sikka turun ke Pasar Alok guna mendapatkan informasi dan apresiasi dari para pedagang yang merasa dirugikan dengan kebijakan pasar pagi terbatas.
“Ayo turun ke Pasar Alok, tunjukkan bahwa kalian itu berpihak kepada masyarakat,” ajak Emilianus Y. Naga.
Emilianus Y. Naga dan aktifis GMNI Sikka bersama para pedagang Pasar Alok berencana akan menggelar aksi demonstrasi untuk mendesak Bupati Sikka mencabut keputusan penetapan TPI sebagai pasr pagi terbatas. Menurut mereka, keputusan itu lahir dari cara berpikir yang kebablasan, dan hanya untuk memuaskan kepentingan sekelompok kecil pedagang.
Sebelumnya diberitakan, Ketua GMNI Sikka Emilianus Y. Naga menilai kebijakan Bupati Sikka terkait pasar pagi terbatas sangat tidak efektif dan tidak mendasar karena melanggar Peraturan Menteri tentang TPI. Dampak dari kebijakan tersebut berpengaruh terhadap menurunnya pendapatan pedagang di Pasar Alok. Akibatnya lahirlah diskriminasi dan ketidakadilan.*** (eny)