Bungkusan Ketupat Laris Terjual di Pasar Alok

0
80
Bungkusan Ketupat Laris Terjual di Pasar Alok
Pedagang di Pasar Alok Maumere sedang menganyam pucuk daun kelapa menjadi bungkusan ketupat, Selasa (4/6)
Maumere-SuaraSikka.com: Ketupat merupakan salah satu menu makanan paling familiar pada Idul Fitri. Untuk membuat ketupat diperlukan sarana dasar seperti pucuk daun kelapa yang kemudian dianyam menjadi bungkusan ketupat. Di Pasar Alok Maumere, pucuk daun kelapa dan bungkusan ketupat menjadi dagangan yang laris terjual.
Maria Regina, seorang pedagang yang sehari-hari menjual buah-buahan dan sayur-sayuran. Namun menjelang Lebaran 2019, dia menangkap peluang dengan menjual pucuk daun kelapa yang biasa digunakan untuk membuat bungkus ketupat. Melihat peluang ini cukup menjanjikan, dia lalu membuat juga bungkusan ketupat.
“Awalnya saya hanya jual pucuk daun kelapa. Lalu ada Ibu-Ibu yang beli sarankan kalau boleh sekalian dengan bungkusan ketupat. Jadi sekarang saya juga buat bungkusan ketupat. Lumayan, bisa tambah penghasilan,” kisah Maria Regina.
Menurut Maria Regina permintaan akan pucuk daun kelapa dan bungkusan ketupat meningkat dari hari ke hari. Dan ini yang mendorong para pedagang di Pasar Alok pun mulai ramai-ramai menjual pucuk daun kelapa. Tidak hanya itu mereka juga langsung menganyam pucuk daun kelapa untuk dijadikan bungkusan ketupat.
Bungkusan Ketupat Laris Terjual di Pasar Alok
Seorang pembeli sedang berbelanja pucuk daun kelapa di Pasar Alok, Selasa (4/6)
Pantauan media ini pada beberapa titik di Pasar Alok, Selasa (4/6), sejumlah pedagang sedang asyik membuat bungkusan ketupat dalam ukuran kecil. Untuk satu buah bungkusan ketupat tidak membutuhkan waktu yang lama. Para ibu yang berkreatifitas ini rata-rata punya pengalaman membuat bungkusan lepa, makanan adat masyarakat setempat.
Harga jual pucuk daun kelapa terbilang murah. Para pedagang menjualnya dengan Rp 15.000 per batang. Sementara bungkusan ketupat dijual dengan harga Rp 5.000 per bungkus. Maria Regina mengaku mendapat keuntungan ratusan ribu rupiah setiap harinya.
Seorang pembeli yang enggan menyebutkan namanya memberikan apresiasi atas ketersediaan pucuk daun kelapa dan bungkusan ketupat di Pasar Alok. Dia mengaku selama ini kesulitan mencari pucuk daun kelapa karena kurang tersedia di pasar-pasar tradisonil di Kabupaten Sikka. Dia bertambah senang lagi karena para pedagang sudah bisa menjajakan juga bungkusan ketupat.
“Ini sangat membantu sekali, apalagi pedagang di sini juga menjual bungkusan ketupat. Jadi kami tidak perlu lagi susah-susah menganyam. Kami hanya tinggal buat menu ketupat sesuai selera,” ujar pembeli yang memborong banyak bungkusan ketupat.
Sampai dengan satu hari menjelang Lebaran, para pedagang masih terus memproduksi bungkusan ketupat. Mereka memperkirakan kebutuhan akan bungkusan ketupat masih akan tinggi hingga petang nanti.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini