Peminat Beasiswa Kena Pingpong, Akhirnya “Terdampar” di Humas

0
65
Peminat Beasiswa Kena Pingpong, Akhirnya “Terdampar” di Humas
Calon mahasiswa di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Senin (10/6)
Maumere-SuaraSikka.com: Janji Bupati Sikka memberikan beasiswa kepada mahasiswa, ternyata berdampak menjengkelkan. Para peminat seakan kena pingpong karena tidak jelasnya tempat dan waktu pendaftaran. Setelah ditelusuri, barulah peminat mulai “terdampar” di Kantor Bagian Humas  dan Protokol Setda Sikka di Jalan Ahmad Yani. Di tempat inilah dibuka pendafataran calon penerima beasiswa.
Yosefa Mitan, seorang ibu rumah tangga dari Desa Baopaat Kecamatan Lela berjuang mendapatkan beasiswa bagi anak perempuannya. Dia mengetahui informasi pemberian beasiswa setelah membaca berita di media sosial. Dia pun mempersiapkan persayaratan yang diminta.
Sehari sesudahnya Yosefina Mitan bersama anaknya menuju bagian Kesra Setda Sikka, institusi yang diketahuinya mengurus bantuan beasiswa. Ternyata di kantor ini belum ada penerimaan pendataran beasiswa. Beberapa hari kemudian, ibu ini nekad lagi ke Bagian Kesra. Dan jawaban yang diterima pun sama.

Berita Terkait:


“Tadi saya ke sana lagi, lalu pegawai di situ bilang tidak ada pendaftaran. Loh, bagaimana ini? Lalu keluarga di kampung sempat telepon katanya di Humas. Terus anak saya tanya kepada teman-teman, jawabnya begitu, pendaftaran di Humas. Teman-temannya sudah daftar. Dan benar, datang ke sini manusia sudah banyak begini,” cerita Yosefa Mitan di Kantor Bagian Humas dan Setda Sikka, Senin (10/6).
Cerita yang sama datang dari Servianus Sentis, warga Desa Nenbura Kecamatan Doreng. Setelah mendapatkan informasi tentang pendaftaran beasiswa, dia langsung menuju Kantor Bagian Kesra Setda Sikka untuk mendaftarkan anaknya yang baru lulus SMA Santo Petrus Kewapante. Ternyata belum ada pendaftaran di kantor itu.
Seakan tidak hilang akal, Servianus Sentis langsung bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong. Saat itu Bupati Sikka menyarankan Servianus Sentis untuk mendaftarkan anaknya. Malah menurut dia, Bupati Sika mengatakan sedang berjuang untuk menambah kuota. Awalnya pemerintah hanya menyedakan kuota 380 orang.
Beberapa calon mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Mereka tidak mendapatkan Informasi yang jelas tentang tempat dan waktu pendaftaran. Setelah saling kontak dengan sesama kawan yang juga calon mahasiwa, barulah diketahui pendaftaran dibuka di Kantor Bagian Humas dan Protokol.
Peminat Beasiswa Kena Pingpong, Akhirnya “Terdampar” di Humas
Calon mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa tampak lelah menunggu antrian
Pantauan media ini di Kantor Bagian Humas dan Protokol, Senin (10/6), ratusan calon mahasiswa ramai-ramai mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa. Hingga sekita pukul 12.00 Wita, kuota untuk Unipa Maumere sudah mencapai target sebanyak 200 orang. Calon mahasiswa yang mendaftarkan beasiswa melalui jalur Unipa Maumere harus berada pada posisi daftar tunggu.
Sementara ada 13 calon mahasiswa yang mendaftar untuk Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cristo Re, dan 52 calon mahasiswa  yang mendaftar untuk IKIP Muhamadiyah Maumere.
Pendaftaran penerimaan beasiswa bagi mahasiswa ini hanya berlaku untuk tiga perguruan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cristo Re, Unipa Maumere, dan IKIP Muhamadiyah Maumere. Pemkab Sikka mengalokasikan beasiwa kepada 380 mahasiswa, terdiri dari 80 beasiswa untuk STT Cristo Re, 100 beasiswa untuk IKIP Muhamadiyah, dan 200 beasiswa untuk Unipa Maumere.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini