Maumere-SuaraSikka.com: Janji Bupati Sikka memberikan beasiswa kepada mahasiswa, ternyata berdampak menjengkelkan. Para peminat seakan kena pingpong karena tidak jelasnya tempat dan waktu pendaftaran. Setelah ditelusuri, barulah peminat mulai “terdampar” di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka di Jalan Ahmad Yani. Di tempat inilah dibuka pendafataran calon penerima beasiswa.
Yosefa Mitan, seorang ibu rumah tangga dari Desa Baopaat Kecamatan Lela berjuang mendapatkan beasiswa bagi anak perempuannya. Dia mengetahui informasi pemberian beasiswa setelah membaca berita di media sosial. Dia pun mempersiapkan persayaratan yang diminta.
Sehari sesudahnya Yosefina Mitan bersama anaknya menuju bagian Kesra Setda Sikka, institusi yang diketahuinya mengurus bantuan beasiswa. Ternyata di kantor ini belum ada penerimaan pendataran beasiswa. Beberapa hari kemudian, ibu ini nekad lagi ke Bagian Kesra. Dan jawaban yang diterima pun sama.
Berita Terkait:
“Tadi saya ke sana lagi, lalu pegawai di situ bilang tidak ada pendaftaran. Loh, bagaimana ini? Lalu keluarga di kampung sempat telepon katanya di Humas. Terus anak saya tanya kepada teman-teman, jawabnya begitu, pendaftaran di Humas. Teman-temannya sudah daftar. Dan benar, datang ke sini manusia sudah banyak begini,” cerita Yosefa Mitan di Kantor Bagian Humas dan Setda Sikka, Senin (10/6).
Cerita yang sama datang dari Servianus Sentis, warga Desa Nenbura Kecamatan Doreng. Setelah mendapatkan informasi tentang pendaftaran beasiswa, dia langsung menuju Kantor Bagian Kesra Setda Sikka untuk mendaftarkan anaknya yang baru lulus SMA Santo Petrus Kewapante. Ternyata belum ada pendaftaran di kantor itu.
Seakan tidak hilang akal, Servianus Sentis langsung bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong. Saat itu Bupati Sikka menyarankan Servianus Sentis untuk mendaftarkan anaknya. Malah menurut dia, Bupati Sika mengatakan sedang berjuang untuk menambah kuota. Awalnya pemerintah hanya menyedakan kuota 380 orang.
Beberapa calon mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Mereka tidak mendapatkan Informasi yang jelas tentang tempat dan waktu pendaftaran. Setelah saling kontak dengan sesama kawan yang juga calon mahasiwa, barulah diketahui pendaftaran dibuka di Kantor Bagian Humas dan Protokol.
















