Peminat Beasiswa Kena Pingpong, Akhirnya “Terdampar” di Humas

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 10 Juni 2019 - 22:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon mahasiswa di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Senin (10/6)

Calon mahasiswa di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Senin (10/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Janji Bupati Sikka memberikan beasiswa kepada mahasiswa, ternyata berdampak menjengkelkan. Para peminat seakan kena pingpong karena tidak jelasnya tempat dan waktu pendaftaran. Setelah ditelusuri, barulah peminat mulai “terdampar” di Kantor Bagian Humas  dan Protokol Setda Sikka di Jalan Ahmad Yani. Di tempat inilah dibuka pendafataran calon penerima beasiswa.
Yosefa Mitan, seorang ibu rumah tangga dari Desa Baopaat Kecamatan Lela berjuang mendapatkan beasiswa bagi anak perempuannya. Dia mengetahui informasi pemberian beasiswa setelah membaca berita di media sosial. Dia pun mempersiapkan persayaratan yang diminta.
Sehari sesudahnya Yosefina Mitan bersama anaknya menuju bagian Kesra Setda Sikka, institusi yang diketahuinya mengurus bantuan beasiswa. Ternyata di kantor ini belum ada penerimaan pendataran beasiswa. Beberapa hari kemudian, ibu ini nekad lagi ke Bagian Kesra. Dan jawaban yang diterima pun sama.

Berita Terkait:


“Tadi saya ke sana lagi, lalu pegawai di situ bilang tidak ada pendaftaran. Loh, bagaimana ini? Lalu keluarga di kampung sempat telepon katanya di Humas. Terus anak saya tanya kepada teman-teman, jawabnya begitu, pendaftaran di Humas. Teman-temannya sudah daftar. Dan benar, datang ke sini manusia sudah banyak begini,” cerita Yosefa Mitan di Kantor Bagian Humas dan Setda Sikka, Senin (10/6).
Cerita yang sama datang dari Servianus Sentis, warga Desa Nenbura Kecamatan Doreng. Setelah mendapatkan informasi tentang pendaftaran beasiswa, dia langsung menuju Kantor Bagian Kesra Setda Sikka untuk mendaftarkan anaknya yang baru lulus SMA Santo Petrus Kewapante. Ternyata belum ada pendaftaran di kantor itu.
Seakan tidak hilang akal, Servianus Sentis langsung bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong. Saat itu Bupati Sikka menyarankan Servianus Sentis untuk mendaftarkan anaknya. Malah menurut dia, Bupati Sika mengatakan sedang berjuang untuk menambah kuota. Awalnya pemerintah hanya menyedakan kuota 380 orang.
Beberapa calon mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Mereka tidak mendapatkan Informasi yang jelas tentang tempat dan waktu pendaftaran. Setelah saling kontak dengan sesama kawan yang juga calon mahasiwa, barulah diketahui pendaftaran dibuka di Kantor Bagian Humas dan Protokol.
Peminat Beasiswa Kena Pingpong, Akhirnya “Terdampar” di Humas
Calon mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa tampak lelah menunggu antrian
Pantauan media ini di Kantor Bagian Humas dan Protokol, Senin (10/6), ratusan calon mahasiswa ramai-ramai mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa. Hingga sekita pukul 12.00 Wita, kuota untuk Unipa Maumere sudah mencapai target sebanyak 200 orang. Calon mahasiswa yang mendaftarkan beasiswa melalui jalur Unipa Maumere harus berada pada posisi daftar tunggu.
Sementara ada 13 calon mahasiswa yang mendaftar untuk Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cristo Re, dan 52 calon mahasiswa  yang mendaftar untuk IKIP Muhamadiyah Maumere.
Pendaftaran penerimaan beasiswa bagi mahasiswa ini hanya berlaku untuk tiga perguruan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cristo Re, Unipa Maumere, dan IKIP Muhamadiyah Maumere. Pemkab Sikka mengalokasikan beasiwa kepada 380 mahasiswa, terdiri dari 80 beasiswa untuk STT Cristo Re, 100 beasiswa untuk IKIP Muhamadiyah, dan 200 beasiswa untuk Unipa Maumere.*** (eny)
Baca Juga :  Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru