Peminat Beasiswa Kena Pingpong, Akhirnya “Terdampar” di Humas

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 10 Juni 2019 - 22:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 32 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon mahasiswa di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Senin (10/6)

Calon mahasiswa di Kantor Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Senin (10/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Janji Bupati Sikka memberikan beasiswa kepada mahasiswa, ternyata berdampak menjengkelkan. Para peminat seakan kena pingpong karena tidak jelasnya tempat dan waktu pendaftaran. Setelah ditelusuri, barulah peminat mulai “terdampar” di Kantor Bagian Humas  dan Protokol Setda Sikka di Jalan Ahmad Yani. Di tempat inilah dibuka pendafataran calon penerima beasiswa.
Yosefa Mitan, seorang ibu rumah tangga dari Desa Baopaat Kecamatan Lela berjuang mendapatkan beasiswa bagi anak perempuannya. Dia mengetahui informasi pemberian beasiswa setelah membaca berita di media sosial. Dia pun mempersiapkan persayaratan yang diminta.
Sehari sesudahnya Yosefina Mitan bersama anaknya menuju bagian Kesra Setda Sikka, institusi yang diketahuinya mengurus bantuan beasiswa. Ternyata di kantor ini belum ada penerimaan pendataran beasiswa. Beberapa hari kemudian, ibu ini nekad lagi ke Bagian Kesra. Dan jawaban yang diterima pun sama.

Berita Terkait:


“Tadi saya ke sana lagi, lalu pegawai di situ bilang tidak ada pendaftaran. Loh, bagaimana ini? Lalu keluarga di kampung sempat telepon katanya di Humas. Terus anak saya tanya kepada teman-teman, jawabnya begitu, pendaftaran di Humas. Teman-temannya sudah daftar. Dan benar, datang ke sini manusia sudah banyak begini,” cerita Yosefa Mitan di Kantor Bagian Humas dan Setda Sikka, Senin (10/6).
Cerita yang sama datang dari Servianus Sentis, warga Desa Nenbura Kecamatan Doreng. Setelah mendapatkan informasi tentang pendaftaran beasiswa, dia langsung menuju Kantor Bagian Kesra Setda Sikka untuk mendaftarkan anaknya yang baru lulus SMA Santo Petrus Kewapante. Ternyata belum ada pendaftaran di kantor itu.
Seakan tidak hilang akal, Servianus Sentis langsung bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau Robby Idong. Saat itu Bupati Sikka menyarankan Servianus Sentis untuk mendaftarkan anaknya. Malah menurut dia, Bupati Sika mengatakan sedang berjuang untuk menambah kuota. Awalnya pemerintah hanya menyedakan kuota 380 orang.
Beberapa calon mahasiswa juga mengalami hal yang sama. Mereka tidak mendapatkan Informasi yang jelas tentang tempat dan waktu pendaftaran. Setelah saling kontak dengan sesama kawan yang juga calon mahasiwa, barulah diketahui pendaftaran dibuka di Kantor Bagian Humas dan Protokol.
Peminat Beasiswa Kena Pingpong, Akhirnya “Terdampar” di Humas
Calon mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa tampak lelah menunggu antrian
Pantauan media ini di Kantor Bagian Humas dan Protokol, Senin (10/6), ratusan calon mahasiswa ramai-ramai mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa. Hingga sekita pukul 12.00 Wita, kuota untuk Unipa Maumere sudah mencapai target sebanyak 200 orang. Calon mahasiswa yang mendaftarkan beasiswa melalui jalur Unipa Maumere harus berada pada posisi daftar tunggu.
Sementara ada 13 calon mahasiswa yang mendaftar untuk Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cristo Re, dan 52 calon mahasiswa  yang mendaftar untuk IKIP Muhamadiyah Maumere.
Pendaftaran penerimaan beasiswa bagi mahasiswa ini hanya berlaku untuk tiga perguruan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cristo Re, Unipa Maumere, dan IKIP Muhamadiyah Maumere. Pemkab Sikka mengalokasikan beasiwa kepada 380 mahasiswa, terdiri dari 80 beasiswa untuk STT Cristo Re, 100 beasiswa untuk IKIP Muhamadiyah, dan 200 beasiswa untuk Unipa Maumere.*** (eny)
Baca Juga :  Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Berita Terkait

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere
53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA