Maumere-SuaraSikka.com: SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere mengambil sikap tegas terhadap 4 siswa yang terlibat tindakan kekerasan kepada adik tingkat di sekolah itu. Tidak tanggung-tanggung, sekolah ini mengeluarkan 4 siswa tersebut dari daftar siswa.
Keempat siswa tersebut adalah RF dan WOB sebagai pelaku tindakan kekerasan, VD yang memfoto tindakan kekerasan, dan AMN yang merekam video dan mengupload melalui media sosial. Keempatnya adalah siswa Kelas Tingkat 2.
Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Minsri M. Sadipun kepada sejumlah wartawan di sekolah itu, Rabu (12/6), menyampaikan pihaknya akan memberikan sangsi tegas kepada siswa-siswa yang terlibat pada tindakan kekerasan. Menurutnya, pihak sekolah sudah bersepakat dan memutuskan untuk mengeluarkan 4 siswa tersebut.
“Jadi yang 2 pelaku tindakan kekerasan, 1 yang foto, dan 1 yang upload hingga viral, semuanya kami keluarkan dari sekolah,” tegas Minsri Sadipun.
Tindakan mengeluarkan 4 siswa itu sebagai bentuk sangsi karena telah mencoreng nama baik sekolah. Dia mengaku sangat kecewa sekali karena sesungguhnya sekolah tidak pernah mengajarkan tindakan kekerasan seperti yang dilakukan siswa-siswa itu.
Berita Terkait:















