Terlibat Tindakan Kekerasan, Bina Maritim Keluarkan 4 Siswa

0
133
Terlibat Tindakan Kekerasan, Bina Maritim Keluarkan 4 Siswa
Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Minsri M. Sadipun
Maumere-SuaraSikka.com: SMK Pelayaran Bina Maritim Maumere mengambil sikap tegas terhadap 4 siswa yang terlibat tindakan kekerasan kepada adik tingkat di sekolah itu. Tidak tanggung-tanggung, sekolah ini mengeluarkan 4 siswa tersebut dari daftar siswa.
Keempat siswa tersebut adalah RF dan WOB sebagai pelaku tindakan kekerasan,  VD yang memfoto tindakan kekerasan, dan AMN yang merekam video dan mengupload melalui media sosial. Keempatnya adalah siswa Kelas Tingkat 2.
Kepala SMK Pelayaran Bina Maritim Minsri M. Sadipun kepada sejumlah wartawan di sekolah itu, Rabu (12/6), menyampaikan pihaknya akan memberikan sangsi tegas kepada siswa-siswa yang terlibat pada tindakan kekerasan. Menurutnya, pihak sekolah sudah bersepakat dan memutuskan untuk mengeluarkan 4 siswa tersebut.
“Jadi yang 2 pelaku tindakan kekerasan, 1 yang foto, dan 1 yang upload hingga viral, semuanya kami keluarkan dari sekolah,” tegas Minsri Sadipun.
Tindakan mengeluarkan 4 siswa itu sebagai bentuk sangsi karena telah mencoreng nama baik sekolah. Dia mengaku sangat kecewa sekali karena sesungguhnya sekolah tidak pernah mengajarkan tindakan kekerasan seperti yang dilakukan siswa-siswa itu.

Berita Terkait:


Menurut dia, sejak sekolah ini berdiri 20 tahun lalu, baru kali ini terjadi tindakan kekerasan yang sangat menggangu kredibilitas sekolah. Apalagi tindakan kekerasan tersebut diikuti dengan memviralkan melalui media sosial.
RF dan WOB yang dimintai tanggapannya atas keputusan sekolah mencoret mereka dari daftar siswa, tidak bersedia memberikan keterangan. Sementara ai  mengeluarkan mereka dari sekolah, AN yang merekam video tindakan kekerasan mengaku menerima saja apapun keputusan sekolah.
Tindakan kekerasan ini terjadi pada Senin (10/6), dekat sebuah warung bakso yang tidak jauh dari sekolah itu. RF dan WOB berkali-kali menempeleng adik tingkatnya yang berinisial AMN dan SNI. Kedua korban sama sekali tidak melakukan perlawanan.
Aksi penganiayaan ini kemudian direkam oleh AN dengan menggunakan handphone milik RF. Menurut AN, dia disuruh RF merekam peristiwa tersebut. Setelah merekam, AN kemudian mengupload hasil rekaman yang berdurasi 29 detik melalui history WhatsApp. Video ini pun akhirnya tersebar luas di media sosial.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini