Nelayan Pemana Berpesta, Laut Diberi Sedekah

0
86
Nelayan Pemana Berpesta, Laut Diberi Sedekah
Kepala Desa Pemana La Ampo
Maumere-SuaraSikka.com: Laut luas membentang menjadi sandaran hidup 79 persen masyarakat Desa Pemana di Kecamatan Alok Kabupaten Sikka. Para nelayan pun mengucapkan syukur atas berkah dan rahmat Tuhan. Mereka berpesta dan memberi sedekah kepada laut. Rangkaian syukur itu diberi nama Pesta Laut Desa Pemana.
“Ini namanya pesta laut, pestanya nelayan. Kami bersyukur kepada Tuhan atas rezeki yang sudah diberikan. Meski pun (rezekinya) sedikit, sebagai manusia, kami harus bersyukur,” jelas Kepala Desa Pemana La Ampo yang ditemui di sela-sela pesta laut di Pulau Anano di Desa Pemana, Rabu (16/10).
Kepala Desa Pemana dua periode itu menjelaskan pesta laut merupakan puncak dari seluruh ucapan syukur para nelayan. Sebelum acara puncak, mereka terlebih dahulu menggelar festival budaya selama kurang lebih 1 bulan. Festival budaya sifatnya untuk mengakrabkan tali persaudaraan dan meningkatkan ikatan kekeluargaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
Sedekah warga masyarakat Desa Pemana pada Pesta Laut Desa Pemana
Sebagai acara puncak, Pesta Laut Desa Pemana hanya dilakukan dalam bentuk doa kepada Tuhan. Sebelum berdoa, para nelayan membawa sejumlah logistik makanan siap saji, untuk ikut didoakan. Persembahan sebagai sedekah itu antara lain hasil-hasil laut, ditambah nasi dan telur rebus. Sedekah dari hasil jerih payah ini, dipajang di tengah tenda acara. Lima buah miniatur kapal terlihat dalam ritual ini.
Imam Masjid Wahmid Yunus membawakan doa syukur dan harapan dengan penuh khidmat. Dalam doa yang singkat, dia menyampaikan syukur atas hasil laut selama 1 tahun. Tidak lupa dia juga berdoa meminta harapan agar warga desa selalu diberikan kekuatan, kesehatan, dan rezeki yang berlimpah pada tahun berikutnya.
Meskipun puncak acara berlangsung sederhana, namun ribuan warga masyarakat Desa Pemana terlihat antusias dan penuh semangat. Mereka berduyun-duyun mendatangi lokasi acara yang berlangsung di Pulau Kambing, atau yang disebut dengan Pulau Anano. Letak pulau ini kurang lebih 3 kilometer dari Desa Pemana. Untuk mencapai Pulau Anano harus menggunakan kapal-kapal motor.
Pesta Laut Pemana tidak saja menjadi kebahagiaan penduduk desa itu. Warga Pemana yang berdomisili di luar pun hadir dan turut larut dalam kegembiraan. Lukman, salah seorang warga Pemana yang sudah bertahun-tahun tinggal di Kota Maumere, bahkan sudah dua hari berada di Desa Pemana. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Stu Atap Kabupaten Sikka itu mengaku bangga, senang dan terharu karena warga masyarakat Desa Pemana sangat sadar bersyukur atas berkah dan rahmat Tuhan.
Ratusan orang pun ikut memeriahkan Pesta Laut Pemana. Sebagian besar datang dari Kota Maumere. Mereka menggunakan kapal-kapal motor dari Pelabuhan Laut Laurens Say atau dengan kapal feri dari Pelabuhan Penyeberangan Feri di Kewapante. Butuh waktu sekitar 2 jam 15 menit untuk sampai ke lokasi acara di Pulau Anano.
Antara lain hadir juga Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, jajaran Forkopimda, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, Camat Alok Dominggus Edmon Bura, dan puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten Sikka. Hadir juga Paulus Histo Syafrodan dan kawan-kawan dari Dinas Periwisata Pemprop NTT.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini