Maumere-SuaraSikka.com: Rikardus Bia alias Yohanes Rino alias Rino benar-benar “istimewa”. Timah panas yang melekat di mata kakinya, tidak bikin gentar residivis yang jadi buronan itu. Malah dia masih sempat memaksa Tim Buser Polres Sikka “lomba lari” sejauh kurang lebih 3 kilometer.
Tim Buser Polres Sikka menelikung residivis ini di Desa Nangatobong Kecamatan Waigete sekitar pukul 06.30 Wita pada Senin (19/11). Sebuah timah panas dilepaskan ke mata kakinya untuk melumpuhkan residivis yang berbahaya itu.
Namun Rino masih kuat bertahan. Dia membiarkan Yamaha Mio yang ditungganginya, kemudian melarikan diri.
Tim Buser pun langsung memburunya.
Media ini mendapat informasi “lomba lari” tersebut berlangsung dramatis. Rino berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari kejaran Tim Buser. Sementara Tim Buser juga berupaya tidak mau kehilangan jejak buronan yang kabur sejak Minggu (3/11) lalu.
Warga masyarakat sekitar yang baru bangun tidur pagi tadi tidak terlalu mempedulikan “lomba lari” itu. Mereka hanya terkejut melihat aksi kejar-mengejar yang sedang terjadi.
Rino berlari dari Nangatobong menuju timur ke arah Desa Egon. Sampai di pertigaan Blidit, dia berbelok kiri ke arah hutan. Tim Buser yang sudah tampak ngos-ngosan pun terus menempel.
Setelah kurang lebih 3 kilometer, residivis ini pun menyerah. Tim Buser yang dibantu anggota Polsem Waigete, langsung mengamankan dan memborgol Rino. Pelaku pemerkosaan anak di bawah umur itu kemudian dilarikan ke UGD RSUD TC Hillers Maumere.
Informasi yang dihimpun media ini, aparat kepolisian sudah mencium lokasi persembunyian Rino di sebuah kebun di Desa Wairterang. Selama beberapa hari terakhir ini anggota Polsek Waigete meningkatkan pengawasan.
Jejak Rino mulai terdeteksi setelah dia keluar dari persembunyian karena sudah 3 hari tidak makan. Dia sempat mendatangi rumah salah seorang warga, lalu meminta makan dan minum air. Setelah itu dia memacu Yamaha Mio, dengan rencana menuju Kota Maumere.*** (eny)