Kabur dari Sel Polisi, Rino dan San Berencana Lari ke Larantuka
Dibaca 18 kali
Yulius Santoso Wisma alias San, tersangka pencurian sepeda motor
Maumere-SuaraSikka.com: Pelarian Rikardus Bia alias Yohanes Rino alias Rino dan Yulius Santoso Wisma alias San, dua tahanan yang kabur dari sel Polres Sikka akhirnya terhenti. Rencana untuk lari ke Larantuka pun gagal.
Dua tahanan ini kabur pada Minggu (3/11) dengan cara membobol plafon tahanan. Suasana Mapolres yang sepi pada dini hari itu, membuat keduanya dengan mudah meloloskan diri.
Tim Buser Polres Sikka berhasil membekuk San, satu hari sesudahnya. Laki-laki berusia 18 tahun yang terlibat kasus pencurian sepeda motor itu ditangkap di Litbang Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok.
Berbeda dengan San, Rino yang terkenal berbahaya itu, cukup lama menghirup udara segar. Pelaku kasus pemerkosaan anak di bawah umur ini, baru bisa dibekuk pada Selasa (19/11) pagi di Desa Egon Kecamatan Waigete.
Yulius Santoso Wisma alias San yang ditemui di Mapolres Sikka, Selasa (19/11), menceritakan bagaimana ihwal pelarian tersebut. Rino merupakan otak pelarian, yang juga merancang seluruh rencana jahat itu.
“Rino yang ajak saya untuk kabur. Saya ikut saja. Dia ajak sembunyi di Larantuka,” cerita San yang saat itu sedang menunggu proses pelimpahan berkas perkara tahap kedua ke Kejaksaan Negeri Maumere.
Strategi pelarian disusun selama satu minggu. Rino dan San mengemasnya rapi agar tidak diketahui tiga tahanan lain yang saat itu mendekam di sel Mapolres Sikka.
Sebelum kabur dari sel, langkah awal yang dilakukan adalah membuka borgol pada tangan Rino. Dengan teknik yang dipelajari secara otodidak, Rino dibantu San, berhasil melepaskan borgol dari tangannya.
Rencana kabur pun mulai dilaksanakan. Rino lebih dulu memanjat ke atas plafon, kemudian melompat keluar. Menyusul setelah itu San mengikutinya. Setelah berada di luar ruangan sel, San mengaku tidak lagi melihat Rino.
“Dia hilang cepat sekali. Saya hanya lihat macam bayangan orang sedang lari kencang. Saya kejar ke depan, sudah tidak ketemu lagi dia,” cerita San.
Strategi awal untuk sama-sama sembunyi di Larantuka pun gagal. Dalam kondisi panik dan bingung, San akhirnya memutuskan ke rumah keluarga di Litbang, hingga akhirnya Tim Buser menyergapnya di tempat itu.
Paska ditangkap, San kemudian dititipkan di Rutan Maumere. Dia ditempatkan di Blok Isolasi. Kemarin siang, polisi telah menyerahkan berkas perkara dan tersangka San ke Kejaksaan Negeri Maumere.
Sementara itu tentang Rino, sampai dengan tadi malam masih mendapatkan perawatan medis. Laki-laki berusia 35 tahun ini dihadiahi timah panas karena berupaya melawan petugas saat hendak dilakukan penangkapan. Kemungkinan Rino juga akan dititipkan di Rutan Maumere.*** (eny)