Jelang Pelantikan, Warga Protes Hasil Pilkades Nita dan Wolomapa

0
240
Jelang Pelantikan, Warga Protes Hasil Pilkades Nita dan Wolomapa
Audiensi warga masyarakat Desa Wolomapa dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemdes Sikka, Senin (16/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 32 kepala desa terpilih di Kabupaten Sikka, besok Selasa (17/12), akan dilantik. Namun satu hari menjelang pelantikan, warga masyarakat dari Desa Nita Kecamatan Nita dan Desa Wolomapa Kecamatan Hewokloang melakukan protes atas hasil pemilihan kepala desa.
Warga masyarakat dua desa itu mendatangi Kantor Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa, Senin (16/12). Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemdes Fitrinita Kristiani menerima perwakilan masyarakat secara bergilir di ruangan kerjanya.
Adrianus Yosef dari Desa Nita mengadukan protes atas proses, mekanisme, dan prosedur Pilkades Nita. Dia membeberkan sejumlah kejanggalan dan pelanggaran yang terjadi seperti validitas data pemilih, perbedaan jumlah pemilih, surat panggilan ganda, dan pemindahan lokasi penghitungan suara.
Sementara itu dari Desa Wolomapa, Thomas Tara dan beberapa warga masyarakat, mempersoalkan syarat pencalonan atas nama Marianus Moa. Menurut warga yang protes, Marianus Moa yang berstatus sebagai pendamping desa, tidak menyertakan surat rekomendasi yang diterbitkan dari propinsi. Calon yang bersangkutan hanya menyertakan surat rekomendasi dari tingkat kabupaten.
Dengan syarat pencalonan yang tidak lengkap, Thomas Tara mendesan Dinas Pemdes menganulir hasil Pilkades Wolomapa yang dimenangkan Marianus Moa. Dia beralasan calon yang bersangkutan mestinya sudah digugurkan pada tahapan sebelumnya.
Fitrinita Kristiani memberikan apresiasi atas perwakilan masyarakat dua desa yang melakukan pengaduan dan protes atas hasil Pilkades. Dia mengatakan proses Pilkades di dua desa itu sudah berjalan sesuai mekanisme regulasi. Jika ada pihak-pihak yang merasa keberatan, dia mempersilakan melayangkan gugatan secara hukum.
Pantauan media ini, audiens antara perwakilan masyarakat dari Desa Nita dan Pelaksana Tugas Kadis Pemdes berlangsung kondusif. Hadir juga saat itu Ketua Pilkades Nita Viktor Nekur.
Berbeda saat audiens antara perwakilan masyarakat Desa Wolomapa dan Fitrinita Kristiani. Awalnya berlangsung dinamis, namun di tengah pertemuan itu mulai terdengar argumentasi masing-masing pihak dengan nada dan suara yang meninggi dan emosional.
Pilkades serentak gelombang ketiga di 32 desa di Kabupaten Sikka secara umum berlangsung demokratis. Meski demikian, di beberapa desa masih meninggalkan persoalan akibat dari sikap protes masyarakat. Belum diketahui bagaimana tindak lanjut masyarakat yang melakukan protes, apakah sekedar pengaduan lisan melalui audiensi ataukah membawanya ke ranah hukum.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini