Wens Wege Ragukan Kualitas Proyek Puskesmas Waigete

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 4 Januari 2020 - 09:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 39 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sikka Wenseslaus Wege memantau pagar Puskesmas yang roboh diterjang banjir bandang, Jumat (3/1)

Anggota DPRD Sikka Wenseslaus Wege memantau pagar Puskesmas yang roboh diterjang banjir bandang, Jumat (3/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Anggota DPRD Sikka Wenseslaus Wege tampak kesal dengan pekerjaan Pembangunan Ruang Rawat Jalan Puskesmas Waigete. Dia meragukan konstruksi proyek senilai Rp 4.122.619.243,24.
Sikap kesal itu dia sampaikan Jumat (3/1) di lokasi proyek. Politisi Partai Hanura tersebut mendampingi Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang melakukan inspeksi mendadak pada sejumlah lokasi proyek dan daerah terdampak bencana.
Kekesalan Wens Wege sangat beralasan. Dia sudah mewanti-wanti pelaksanaan proyek ini sejak awal November 2019. Saat itu realisasi fisik baru mencapai 30-an persen, dengan defiasi sebesar 25 persen.
“Proyek ini mulai kerja bulan Juli. Sampai November baru 30-an persen. Saya sempat marah-marah waktu itu. Tapi pengawasnya menjawab nanti ada addendum,” terang Wens Wege.
Keraguannya makin memuncak ketika pagar Puskesmas Waigete roboh diterjang banjir bandang pada Sabtu (28/12). Hemat dia pekerjaan pagar tidak sesuai dokumen kontrak. Dia menduga galian fondasi pagar tidak terlalu dalam sehingga mudah roboh ketika diterjang banjir bandang.
Selain pagar yang menjadi salah satu item pekerjaan, Wens Wege juga menemukan item pasangan batu yang dikerjakan tidak sempurna pada salah satu ruangan. Malah dengan kekuatan tangannya saja, dia berhasil merobohkan bangunan itu.
Kepada media ini, Wens Wege menegaskan CV Hesty Indah selaku kontraktor pelaksana harus bertanggungjawab atas kualitas pekerjaan proyek miliaran itu. Dia berharap dengan penambahan waktu 50 hari, kontraktor pelaksana bisa menyelesaikan pekerjaan protek sesuai dokumen kontrak.*** (eny)
Baca Juga :  Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terkait

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak parah akibat diguncang gempa bumi, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Selasa, 18 Agu 2026 - 08:26 WITA

Petugas SAR Gabungan di Maumere evakuasi korban gempa bumi yang tertindih bangunan di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Senin, 17 Agu 2026 - 21:52 WITA