Datang Terlambat, CPNS Ini Gagal Ikut Seleksi
Dibaca 18 kali
Calon PNS yang yang terlambat hadir sedang klarifikasi ke Pansel, Kamis (30/1)
Maumere-SuaraSikka.com: Hari pertama seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Sikka, Kamis (30/1) langsung menggugurkan Ivon Andi. CPNS ini gagal ikut seleksi karena datang terlambat.
Peserta SKD ini tercatat pada nomor urut 297. Panitia Seleksi menetapkan nomor urut 151 sampai 300 masuk dalam sesi kedua. Waktu yang ditentukan Pansel adalah pukul 10.00 Wita sampai 11.30 Wita.
Ivon Andi yang melamar pada Formasi Guru Bahasa Indonesia, tiba di lokasi SKD di SMKN 1 Maumere pada pukul 12.21 Wita. Saat itu 150 peserta sesi kedua sedang mengikuti SKD yang baru dimulai pukul 11.00 Wita. Waktu SKD sesi kedua molor 1 jam karena mengikuti perubahan waktu dari SKD sesi pertama.
Ketika hendak registrasi, Pansel langsung menyampaikan bahwa kehadirannya sudah sangat terlambat. Saat itu SKD sesi kedua sedang berjalan, dan sedikit lagi akan selesai. Dia lalu diarahkan bertemu Kepala Bidang Kepegawaian BKDPSDM Jon Henrik.
Kepada Ivon Andi, Jon Henrik menyampaikan bahwa Pansel sudah mengumumkan kehadiran peserta 60 menit sebelum pelaksanaan seleksi. Peserta yang terlambat hadir, tidak hadir, tidak menunjukkan Kartu Ujian Peserta, EKTP atau Surat Keterangan, dan tidak berpakaian sesuai ketentuan, Pansel berhak membatalkan keikutsertaan.
“Minta maaf, Nona. Sesi kedua sedang berlangsung. Dan ini Nona sudah terlambat sekali. Sekarang kami lagi berproses untuk peserta sesi ketiga,” jelas Jon Henrik.
Ivon Andi yang mengaku berdomisili di Kelurahan Waioti, ternyata salah melihat pengumuman alokasi waktu bagi sesi kedua. Dia mengira sesi kedua dilaksanakan pukul 12.30 Wita hingga 14.00 Wita. Ternyata yang dia lihat itu alokasi waktu untuk sesi ketiga.
Dengan rasa menyesal Ivon Andi pun akhirnya menerima keputusan Pansel. Alumni Universitas Flores Ende yang sudah tiga kali mengikuti SKD ini pun mengurungkan niatnya menjadi pegawai negeri di tahun ini.
“Biar sudah. Tahun depan baru ikut lagi,” sahutnya kecewa.
Hari pertama SKD dijadwalkan untuk 750 peserta yang dibagi dalam 5 sesi. Masing-masing sesi sebanyak 150 peserta. Pansel menyiapkan 5 ruang SKD dengan 150 perangkat komputer dan 10 komputer cadangan.
Pansel menyiapkan 2 buah tenda, untuk registrasi dan steril. Sebelum memasuki ruangan SKD, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi. Setelah itu peserta diarahkan ke ruang steril.
Menurut Jon Henrik, peserta dilarang membawa barang apapun ke dalam ruang SKD, kecuali Kartu Ujian Peserta dan EKTP. Pansel menyiapkan beberapa lembar kertas kosong yang bisa digunakan peserta untuk perhitungan matematis.*** (eny)