Bupati Sikka Tegaskan Perangi Nyamuk
Dibaca 17 kali
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo
Maumere-SuaraSikka.com: Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka sudah mencatat 868 kasus dengan 7 orang meninggal. Bupati Sikka pun menegaskan untuk memerangi nyamuk.
Sikap tegas Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan DBD di Gedung Sikka Convention Center, Senin (24/2).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, camat dan lurah, kepala puskesmas, serta staf pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.
Dia meminta camat, lurah, kepala desa, hingga RW dan RT, selaku pimpinan wilayah di masing-masing tingkatan untuk berperan aktif dalam perang terhadap nyamuk. Untuk menyukseskan ini, Bupati Sikka menunjuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kensius Didimus sebagai koordinator.
Bupati Sikka menempuh kebijakan tersebut setelah mendengarkan paparan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus terkait kondisi dan perkembangan virus DBD di Kabupaten Sikka.
“Ini kondisi tidak baik. Perlu kerja sama lintas sektor, mulai dari Camat, Lurah, Kepala Desa, hingga RW dan RT. Kita harus perang dengan nyamuk. Tidak boleh duduk saja. Turun gunung, masuk.dari desa ke desa,” tegas dia.
Dia mengingatkan kegiatan pembasmian sarang nyamuk, harus mulai dilaksanakan sejak Selasa (25/2) besok. Untuk memastikan itu dia pun meminta kesiapan para camat dan lurah, yang serentak siap melaksanakan perang terhadap nyamuk.
“Tanpa membasmi sarang nyamuk, kasus DBD akan terus meningkat. Jadi pastikan tidak ada lagi wadah bagi pengembangbiakan jentik-jentik nyamuk,” seru mantan Camat Nele itu.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan menjelang kedatangan kedua kalinya staf dari Kementerian Kesehatan. Petrus Herlemus mengatakan Kementerian Kesehatan memberikan teguran keras kepada Pemkab Sikka, karena setelah perpanjangan masa tanggap darurat, justeru kasus DBD semakin meningkat.
Sampai dengan kemarin, sudah terjadi 868 kasus DBD di Kabupaten Sikka, di mana 7 orang dinyatakan meninggal. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status kejadian luar biasa sejak 22 Januari 2020 lalu.*** (eny)