Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena mengunjungi RSUD TC Hillers Maumere, Jumat (21/2) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Pasien membludak dan fasilitas minim pada sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sikka, menjadi catatan miris. Dua pasien demam berdarah dengue (DBD) pun terpaksa menempati satu tempat tidur.
Kondisi ini terlihat di Ruangan UGD RSUD TC Hillers Maumere, Jumat (21/2) malam. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena sempat menyaksikan secara langsung kondisi miris ini.
Melki Laka Lena tampak trenyuh melihat kondisi tersebut. Dia tidak menyangka sama sekali DBD di Kabupaten Sikka sudah begitu menguatirkan. Apalagi ketika mendapat informasi per Kamis (20/2) sudah terjadi 768 kasus dengan 6 anak meninggal dunia.
“Wah, miris sekali. Ini butuh penanganan luar biasa dan segera,” ujar politisi Partai Golkar itu.
Dokter Andre Mahardika
Dokter Andre Mahardika yang bertugas malam itu, menjelaskan sejak meningkatnya kasus DBD, pihaknya harus menangani banyak pasien. Pasien yang membludak mengakibatkan ruangan UGD mengalami kekurangan fasilitas, seperti ruang perawatan, tenaga medis, termasuk tempat tidur.
‘Kondisinya seperti ini sudah. Banyak pasien, sehingga tempat tidur kurang,” jelas Andre Mahardika menjawabi pertanyaan Melki Laka Lena.
Prihatin dengan kondisi ini, Melki Laka Lena langsung menelepon salah seorang pejabat di Ditjen Penyakit Menular Kementerian Kesehatan. Dia menggambarkan realitas yang dia temukan malam itu. Untuk memastikannya, dia pun menyerahkan handphonenya kepada Andre Mahardika dan langsung komunikasi dengan pejabat yang bersangkutan.
Ledakan pasien di RSUD TC Hillers terjadi sejak virus DBD menyerang daerah itu. Kapasitas Ruang Anak tidak bisa menampung pasien. Banyak pasien anak yang terpaksa dititipkan di ruangan lainnya.
Di RS Santo Gabriel Kewapante, Ruangan UGD juga penuh sesak dengan pasien. Manajemen rumah sakit setempat menyiasati dengan menyiapkan tempat tidur darurat seperti velbed.*** (eny)