Kontroversi Pasar Wuring, Bupati Sikka dan Instansi Teknis Berseberangan Pendapat

0
49
Kontroversi Pasar Wuring, Bupati Sikka dan Instansi Teknis Berseberangan Pendapat
Suasana Pasar Senja Wuring di malam hari
Maumere-SuaraSikka.com: Kebijakan terhadap Pasar Senja Wuring berujung kontroversial. Bupati Sikka berseberangan pendapat dengan instansi teknis yang mengurusi pasar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sikka Yosef Benyamin mengambil kebijakan menutup pasar senja yang terletak di Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat.
Kebijakan ini kemudian diperkuat melalui hasil rapat instansi teknis yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sikka. Rencananya penutupan pasar senja dilaksanakan pada 2 Maret 2020 mendatang. Informasi penutupan pasar senja disampaikan melalui surat resmi yang diterbitkan Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM pada 3 Pebruari 2020.
Kebijakan Benyamin Yoseph dan hasil rapat instansi terkait dipatahkan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Dia menegaskan pasar Wuring tetap dibuka dan beroperasi sebagaimana biasanya.
Yosef Benyamin mengakui aktivitas transaksi jual beli di lokasi PNPM yang disulap menjadi pasar senja sudah berkembang pesat. Namun, di sisi lain, berdasarkan Permendag Nomor 70 Tahun 2013, pasar itu tidak memenuhi persyaratan dari segi tata ruang dan lingkungan.
Dari segi tata ruang, lokasi pasar sangat sempit. Selain itu, lokasi itu sesungguhnya tidak diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas umum seperti pasar. Dari segi lingkungan, daerah itu adalah daerah jalur hijau dan daerah mangrove. Keberadaan pasar di lokasi tersebut telah merusak sebagian bakau.
Di pasar senja tidak terdapat fasilitas umum tempat pembuangan limbah ikan. Selain itu kehadiran Pasar Wuring mempengaruhi tingkat pendapatan daerah. Pasar Alok adalah salah satu pasar yang kena imbas negatif dari kehadiran pasar senja.
“Sebab, hasil pengawasan saya selama satu tahun, Pasar Alok sangat sepi di siang sampai sore hari. Aktivitas pasar kebanyakan di Wuring,” kata Yosef Benyamin.
Menurut Yosef Benyamin, masyarakat tidak hanya melakukan transaksi jual beli ikan dan sayur di pasar senja. Tetapi juga menjual dan membeli pakaian, peralatan dapur, dan sepatu. Artinya, walaupun pengelolaan pasar belum mengantongi izin pemerintah, pasar senja ini sudah berkembang menjadi sebuah pasar baru.
Dia menambahkan selama ini Pasar Wuring tidak dikelola Pemerintah Kelurahan Wolomarang, melainkan dikelola Badan Pengelola Pasar Senja Wuring. Dengan demikian, penerimaan retribusi pasar tidak disetorkan ke kelurahan.
Oleh karena itu, berdasarkan rapat koordinasi seluruh instansi teknis pada 26 Januari 2020, pemerintah sepakat untuk menutup Pasar Wuring. Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM bertugas mendaftar, menampung, dan menyiapkan fasilitas bagi para pedagang yang belum memiliki lapak jualan di Pasar Alok dan di Pasar Maumere.
Sementara itu Bupati Sikka menyatakan Pasar Wuring tetap dibuka dan beroperasi seperti biasa, karena sebagai tempat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Sikka. Pernyataan ini disampaikan ketika dia berkunjung ke Pasar Senja Wuring, Jumat (21/2), untuk mendengarkan aspirasi para pedagang.
Turut hadir dalam keunjungan itu, Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Yosef Benyamin, Camat Alok Barat Marten Luther Aji, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sikka Very Awales, dan Lurah Wolomarang.
Bupati Sikka mengatakan Pasar Senja Wuring tetap beroperasi sebagaimana biasanya dan perlu ditata secara baik dengan mempertimbangkan aspek kebersihan, kerapian dan keamanan serta kenyamanan bagi para pengguna jasa dan pengunjung.
“Saya harap tidak ada lagi pro kontra soal Pasar Senja Wuring. Kita inginkan pertumbuhan ekonomi baru di Wuring dan perlu didukung, ” kata dia.
Dia meminta agar pengelola Pasar Senja Wuring harus memberi kenyamanan bagi para pemanfaat. Bupati Sikka juga mengharapkan Pasar Senja Wuring mampu mendongkrak pendapatan Kabupaten Sikka.
Dia menambahkan terhadap pengelolaan pasar, pemerintah daerah setempat perlu mengatur secara bijak dengan regulasi entah Perbup atau Perda. Dengan demikian tidak menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan kecemburuan bagi para pengguna pasar.
“Tidak boleh ada konflik internal dalam penggunaan pasar, semua harus berjalan lancar dan aman,” ujar dia.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini