77 Siswa Seminari Bunda Segala Bangsa Dipaksa Makan Feses

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 25 Februari 2020 - 21:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Seminari BSB Maumere, Selasa (25/2)

Suasana di Seminari BSB Maumere, Selasa (25/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Hukuman keji terjadi di SMPK Seminari Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere. Sebanyak 77 siswa Kelas VII dipaksa makan feses atau kotoran manusia oleh kakak kelas mereka.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/2) lalu. Kasus ini dibungkus rapi, dan baru terbongkar dua hari sesudahnya, Jumat (21/2). Terbongkarnya perlakuan keji itu setelah orang tua siswa memrotes tindakan itu melalui WhatsApp humas sekolah.
Pimpinan Seminari BSB RD Deodatus Du’u melalui rilis resmi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Hanya saja, kata dia, para siswa yang mendapat hukuman, bukan diberi makan kotoran manusia, tetapi salah seorang kakak kelas menyentuhkan sendok yang ada kotoran manusia pada bibir atau lidah 77 siswa tersebut.
Seorang siswa yang menjadi korban menceritakan, pada saat itu setelah makan siang, dia bersama teman-teman kembali ke asrama untuk istirahat.  Ternyata di asrama, seirang pendamping siswa yang adalah kakak kelas, menemukan kotoran manusia dalam kantong, terletak di sebuah lemari kosong.
Pendamping ini memanggil semua siswa dan menanyakan siapa pelaku yang menaruh kotoran manusia tersebut. Karena tidak ada yang mengaku, pendamping tersebut langsung menyendok kotoran tersebut lalu menyuap ke dalam mulut para siswa.
Para siswa terpaksa menerima perlakuan itu tanpa perlawanan.  Mereka juga tidak berani melaporkan perlakuan keji itu kepada orangtua, karena diancam akan disiksa lagi.
Romo Deodatus Du’u mengatakan peristiwa tersebut terjadi di asrama. Menurut dia, kakak kelas yang menghukum 77 siswa mengaku marah karena berkali-kali ditanya siapa pelaku yang menyimpan kotoran manusia di lemari, tetapi tidak ada yang mengaku.
“Karena marah, salah seorang kakak kelas mengambil kotoran itu dengan sendok makan lalu menyentuhkan kepada bibir atau lidah,” jelas dia.
Dia menambahkan peristiwa ini baru diketahui pembina asrama, setelah salah satu korban bersama orangtuanya melaporkan peristiwa tersebut pada Jumat (21/2). Mendapat informasi tersebut para pembina langsung memanggil 77 siswa yang jadi korban dan 2 kakak kelas untuk dilakukan klarifikasi.
Kasus keji ini sempat menjadi viral di sejumlah media sosial. Pimpinan sekolah yang sebelumnya enggan memberikan keterangan kepada media, akhirnya menerbitkan press release yang di-share pada berbagai sosial.
Romo Deodatus Du’u beralasan bukannya tidak mau memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, tetapi pihaknya ingin terlebih dahulu melakukan pertemuan internal.*** (eny)
Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru