Rakor Penanganan DBD Sepi Peminat, Banyak Camat dan Lurah Tidak Hadir
Dibaca 18 kali
Bupati Sikka didampingi Kadis Kominfo pada saat Rakor Penanganan DBD di Gedung SCC, Senin (24/2) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka menggelar rapat koordinasi penanganan demam berdarah dengue (DBD), Senin (24/2) malam. Namun rakor ini sepi peminat. Camat dan lurah yang diundang, malah banyak yang tidak hadir.
Pantauan media ini, dari 21 camat, yang hadir di Gedung Sikka Convention Center hanya beberapa saja seperti Camat Alok Barat, Alok, Alok Timur, Paga, dan Kangae. Demikian pun dari 13 lurah, hanya beberapa yang hadir.
Padahal rakor ini sangat penting menyusul peningkatan kasus yang semakin cepat. Kini DBD sudah menyerang 21 kecamatan dengan 868 kasus dan 7 di antaranya meninggal. Rakor ini juga sangat strategis menjelang kedatangan kedua kalinya staf Kementerian Kesehatan.
Selain itu, rakor ini juga penting, karena Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menginginkan dilakukan perang terhadap nyamuk. Penggerak perang adalah pimpinan-pimpinan wilayah dari tingkat camat, lurah dan kepala desa, hinggga RT dan RT. Bupati Sikka telah menunjuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kensius Didimus sebagai Koordinator Penanganan DBD.
Selain sepi peminat, pelaksanaan rakor ini juga molor dari waktu yang ditentukan. Jadwal rakor disampaikan pukul 18.00 Wita, namun baru dimulai sekitar pukul 22.00 Wita.
Akibatnya rakor itu hanya berlangsung tidak lebih dari 1,5 jam, untuk mendengar paparan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus dan penegasan Bupati Sikka. Tidak ada lagi dialog, informasi, masukan, koreksi, sharing pengalaman serta tukar pikiran yang lebih substantif dan konstruktif untuk menangani DBD.
Praktis dalam rakor itu tidak tampak strategi dan kiat-kiat yang akan dilakukan Kensius Didimus yang ditunjuk sebagai Koordinator Penanganan DBD. Semangat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dalam rakor tersebut, kesannya masih sebatas wacana.*** (eny)