Polisi Olah TKP dan Ambil Keterangan Kasus Fases di Seminari BSB

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 26 Februari 2020 - 21:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 8 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sikka AKBP Sajimin

Kapolres Sikka AKBP Sajimin

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus fases di Seminari Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere terus menjadi perbincangan. Penyidik Polres Sikka pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan dari para pihak.
Kapolres Sikka AKBP Sajimin mengatakan penyidik telah mendatangi Seminari BSB pada Rabu (26/2) sekitar pukul 08.00 Wita. Di sekolah calon Imam itu, polisi melakukan olah TKP dan selanjutnya menggelar pemeriksaan.
Sudah sekitar 5 orang yang diperiksa penyidik, baik dari korban, pelaku, maupun pihak sekolah. Kapolres Sikka belum membeberkan detail siapa-siapa saja yang sudah diperiksa.
“Masih pemeriksaan, nanti kami sampaikan hasilnya,” ujar Kapolres Sikka kepada wartawan, Rabu (26/2).
Untuk melakukan pemeriksaan, kata dia, penyidik tidak melakukan sendirian. Karena pelaku dan korban adalah anak-anak, penyidik menyertakan juga Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
“Ini kan kaitan dengan anak-anak, ada aturan tersendiri. Kami akan tetap memperhatikan hak-hak mereka, seperti hak belajar dan lain sebagainya,” ujar Kapolres Sikka yang baru beberapa hari bertugas di Kabupaten Sikka.
Dia mengatakan sejak kasus ini menjadi viral, terjadi pembiasan informasi, misalnya jumlah korban dan bentuk perlakuan pelaku kepada korban. Informasi yang simpang siur, kata dia, bisa membentuk opini yang tidak berdasarkan fakta.
“Sebagai polisi, kami berkewajiban menjaga kantibmas. Jadi, kami minta keterangan, sehingga tidak terjadi simpang siur informasi. Kan nanti akan ketemu kronogisnya seperti apa. Kalau memenuhi unsur pidana misalnya, kita akan tahu pidana yang mana,” jelas dia.
Pemeriksaan atas peristiwa ini, dilaksanakan langsung di sekolah. Penyidik menempuh mekanisme tersebut agar tidak menimbulkan trauma dan ganggiuan psikologis pada korban dan pelaku.
Sebagaimana diketahui, sebanyak 77 siswa Kelas VII dipaksa makan feses atau kotoran manusia oleh kakak kelas mereka.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (19/2) lalu. Kasus ini dibungkus rapi, dan baru terbongkar dua hari sesudahnya, Jumat (21/2). Terbongkarnya perlakuan keji itu setelah orang tua siswa memrotes tindakan itu melalui WhatsApp humas sekolah.
Pimpinan Seminari BSB RD Deodatus Du’u melalui rilis resmi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Hanya saja, kata dia, para siswa yang mendapat hukuman, bukan diberi makan kotoran manusia, tetapi salah seorang kakak kelas menyentuhkan sendok yang ada kotoran manusia pada bibir atau lidah 77 siswa tersebut.*** (eny)
Baca Juga :  Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Berita Terkait

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo
Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka
Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD
Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:29 WITA

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Sikka Gencar Distribusi Logistik, Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan di Posko BPBD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak berat dihantam gempa bumi tektonik

Bencana Alam

1.540 Rumah di Sikka Rusak Akibat Gempa Bumi 7,7 Magnitudo

Rabu, 19 Agu 2026 - 14:29 WITA

Mendagri Tito Karnavian mengikuti laporan penanganan gempa bumi tektonik dari Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Rabu, 19 Agu 2026 - 13:12 WITA