11 Tahun Terakhir, 40 Anak Korban Tewas DBD

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 27 Februari 2020 - 08:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien DBD di Ruang Transit di RSUD TC Hillers Maumere

Pasien DBD di Ruang Transit di RSUD TC Hillers Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Virus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka sungguh menyeramkan. Dalam 11 tahun terakhir, tercatat 40 anak jadi korban tewas penyakit ini.
Media ini merekam data dari Dinas Kesehatan, dari tahun 2010 hingga kondisi Selasa (25/2). Korban tewas yang paling banyak terjadi di tahun 2019 dengan 13 meninggal. Menyusul setelah itu tahun 2010 dengan 10 meninggal.
Di tahun 2020, baru pada 2 bulan awal, sudah terdapat 8 meninggal. Diperkirakan korban tewas bisa bertambah, seiring dengan peningkatan jumlah kasus dari hari ke hari.
Selama 11 tahun terakhir, virus DBD sudah menjangkiti 3.923 orang. Yang paling parah terjadi di tahun 2020, dengan 934 kasus per Selasa (25/2). Ada kemungkinan jumlah kasus bertambah. Menyusul setelah itu tahun 2010 dengan 861 kasus, dan tahun 2019 dengan 620 kasus.
Selama 5 tahun terakhir, tiga kecamatan di dalam kota, mendominasi sebaran virus DBD. Alok Timur berada di posisi puncak dengan 305 kasus. Ada trend menurun, dari 97 kasus di tahun 2019, dan tahun 2020 baru mencapai 80 kasus.
Alok di posisi berikut dengan 298 kasus. Trend meningkat dari 72 kasus di tahun 2019, kini sudah mencatat 91 kasus. Sementara Alok Barat dengan 196 kasus, juga dengan kecenderungan meningkat, dari tahun lalu 61 kasus, kini sementara sudah 80 kasus.
Terdapat tiga kecamatan di luar kecamatan di dalam kota, yang ikut mendulang banyak kasus selama 5 tahun terakhir. Nita mencatat 255 kasus, dengan peningkatan yang drastis, di mana tahun 2019 hanya 13 kasus, dan tahun 2020 sudah mencapai 103 kasus.
Lalu menyusul Kangae yang mencatat 253 kasus. Ada penurunan yang cukup signifikan, dari tahun lalu 157 kasus, kini hanya 45 kasus. Tahun lalu Kangae menduduki peringkat atas.
Dan yang terakhir Magepanda, menoreh 203 kasus. Wilayah kecamatan ini sementara berada di posisi puncak tahun ini dengan 157 kasus, meningkat drasis dari tahun lalu yang hanya 27 kasus.
Virus DBD tahun ini begitu sangat luar biasa. Dalam waktu 2 bulan sudah menggerogoti 21 wilayah kecamatan. Tanawawo, Mapitara, Waiblama, dan Palue, yang lazimnya tidak tersentuh virus ini, tahun ini juga dapat getahnya. Bahkan di Tanawawo, dengan 16 kasus, 2 di antaranya meninggal.
Staf Kementerian Kesehatan, ketika bertatap muka dengan Bupati Sikka serta sejumlah pimpinan istansi terkait, termasuk camat dan lurah, pada beberapa waktu lalu, dengan tegas mengatakan pemerintah daerah setempat lamban menangani DBD.*** (eny)
Baca Juga :  Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terkait

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik
Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa
Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores
Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat
Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
Pasca Gempa 7,7 M Melanda Flores, Kegiatan HUT RI di Maumere Dibatalkan
Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores
Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak parah akibat diguncang gempa bumi, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Selasa, 18 Agu 2026 - 08:26 WITA

Petugas SAR Gabungan di Maumere evakuasi korban gempa bumi yang tertindih bangunan di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Senin, 17 Agu 2026 - 21:52 WITA