Karantina Tutup Lalulintas Ternak Babi dan Produk Babi di Flores
Dibaca 8 kali
Andreas Dewa
Maumere-SuaraSikka.com: Virus babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) sudah menyerang Pulau Timor. Dikuatirkan virus ini masuk ke Pulau Flores. Kantor Stasiun Karantina Kelas 2 Ende pun mengambil kebijakan menutup lalulintas ternak babi dan produk babi dari dan ke Pulau Flores.
Informasi ini disampaikan Andreas Dewa, salah satu staf Kantor Stasiun Karantina Kelas 2 Ende, Kamis (27/2). Dia menyampaikan hal ini pada Workshop Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman ASF yang digelar di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.
“Sekarang ASF sudah mewabah di Pulau Timor. Sebelumnya sejak masuk Sumatera Utara, kami sudah dapat surat untuk antisipasi masuk keluarnya ternak babi dan produk babi. Jadi kami sudah tutup lalulintas,” ungkap Andreas Dewa.
Andreas Dewa mengingatkan untuk memperketat pengawasan di perbatasan. Dia juga mengimbau agar koordinasi dengan pihak Bandara Frans Seda dan Pelabuhan Laurens Say Maumere.
“Waspada terhadap produk-produk babi, baik segar maupun olahan dan hasil ikutannya. Harus diperketat pengawasannya agar tidak dibawa masuk atau keluar,” tambah dia.
Kornelis Nono, seorang pelaku pengusaha ternak babi meminta Dinas Pertanian memasang baliho larangan lalulintas ternak babi pada perbatasan wilayah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Ende. Dengan demikian masyarakat tidak sembarangan menyeberangkan ternak babi dan produk babi dari dan ke Kabupaten Sikka.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Sikka Dokter Margaretha Siko mengatakan pihaknya sudah memasang baliho peringatan. Namun buat dia, tidak cukup dengan baliho, tapi harus ada pengawasan yang lebih ekstra ketat.
“Di perbatasan itu harus ada pengawasan 1×24 jam. Kalau tidak, ya tidak menjamin terjadi lalulintas ternak. Kami pernah lakukan pengawasan dari siang sampai sore, tapi tidak temukan lalulintas babi. Bisa jadi lalulintas terjadi pada pagi hari atau malam hari,” ujar dokter hewan itu.
Sebagaimana diketahui, ASF merupakan virus yang menyerang hewan babi, baik babi hutan yang liar maupun babi lokal di peternakan. Flu ini berasal dari virus family asfarviridae.
Flu babi Afrika tidak berbahaya untuk manusia. Virus penyebab penyakit ini hanya menyerang babi. Mengonsumsi daging babi yang terserang virus ini juga tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia.*** (eny)