Puluhan Kilogram Daging Babi dari Makasar Tembus Maumere

0
270
Puluhan Kilogram Daging Babi dari Makasar Tembus Maumere
Daging babi segar yang diamankan Bidang Keswan dan Satpol PP, Minggu (1/3) dinihari
Maumere-SuaraSikka.com: Larangan lalulintas keluar masuk ternak babi dan produk ikutan, ternyata diabaikan. Puluhan kilogram daging babi segar dari Makasar berhasil tembus Maumere, Minggu (1/3).
Daging babi segar itu beratnya kurang lebih 41 kilogram. Diisi pada box berwarna putih yang ditutup kuat dengan menggunakan lakban. Barang tersebut dibawa melalui KM Umsini yang sandar di Pelabuhan Laurens Say sekitar pukul 03.00 Wita.
Staf Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka yang melakukan pemantauan di Pelabuhan Laurens Say, berhasil menyita box berisi daging babi tersebut. Box berisi daging babi tersebut disita di rumah pemiliknya di belakang SDK 4 Maumere di Kelurahan Madawat Kecamatan Alok.

Puluhan Kilogram Daging Babi dari Makasar Tembus Maumere

Kepala Bidang Keswan Margaretha Siko yang dihubungi pertelepon pagi tadi, memastikan telah mengamankan 1 buah box berisi daging babi. Untuk sementara box berisi daging babi tersebut dititipkan di Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka.
“Tadi pagi bertepatan dengan KM Umsini tiba, kami lakukan pemantauan. Dan kami bersama personil Satpol PP sempat mengamankan 1 box berisi daging babi segar,” ungkap dia.
Dia mengatakan pihaknya terpaksa mengamankan puluhan kilogram daging babi segar yang masuk ke Maumere, untuk mengantisipasi demam babi Afrika atau Africa Swine Fever (ASF).
Langkah pengamanan, kata dia, untuk menindaklanjuti pengumuman Bupati Sikka yang diterbitkan sejak 17 Pebruari 2020 lalu.
“Pemasukan babi dan daging babi dari luar Kabupaten Sikka, sangat berpotensi membawa penyakit ASF atau hog cholera. Maka dilarang memasukan babi atau daging babi dan produk olahannya seperti daging se’i, roti daging babi, abon, dan lain-lain dari luar wilayah Kabupaten Sikka,” sebut dokter hewan itu.
Terhadap box berisi daging babi yang diamankan, rencananya Bidang Keswan akan mendalami lebih lanjut. Bidang Keswan belum sempat membuat berita acara secara administratif, karena pemilik daging babi sedang mengikuti acara kedukaan.
Menurut Margaretha Siko, informasi yang dia terima, mestinya masih ada 3 box berisi daging babi yang juga dibawa melalui KM Umsini pagi tadi. Namun karena keterbatasan personil, akhirnya lolos dari pantauan. Kemungkinan daging babi segar itu sudah dibagi-bagikan untuk dikonsumsi.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan Damkar Sikka Adeodatus Buang da Cunha mengakui pihaknya ikut mengamankan 1 box daging babi. Sementara ini box daging babi tersebut diamankan di Kantor Satpol PP dan Damkar.
Sekretaris Dinas Pertanian Sikka Valerianus Samador menegaskan pihaknya tidak main-main dengan ancaman virus ASF. Meski dengan keterbatasan personil, Dinas Pertanian akan memperketat lalulintas keluar masuk ternak babi, daging babi, dan hasil olahannya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini