Anak 7 Tahun dari Watugong Meninggal Akibat DBD, Korban ke-14

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2020 - 13:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD TC Hillers Mercy Pareira mendampingi Menkes RI kunjungan ke Maumere

Direktur RSUD TC Hillers Mercy Pareira mendampingi Menkes RI kunjungan ke Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka belum juga berakhir. Seorang anak berusia 7 tahun dari Desa Watugong Kecamatan Alok Timur, dikabarkan meninggal Senin (9/3) di RSUD TC Hillers Maumere.
Direktur RSUD TC Hillers Maumere Mercy Pareira membenarkan kasus kematian pasien akibat DBD. Korban bernama Theresia Bergita, meninggal jam 19.40 WITA.
“Iya betul, korban dari Brati Watugong. Meninggal jam 19.40 WITA. Pasien ini dirujuk dari Puskesmas Kewapante,” jelas Dokter Mercy melalui WhatsApp.
Kematian bocah perempuan ini menjadi sangat ironi. Pasalnya, beberapa jam sebelumnya Menteri Kesehatan RI Terawang Agus Putranto melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sikka. Dia sempat mengunjungi pasien DBD di rumah sakit itu.
Dalam momen kunjungan itu, Menkes menyalurkan banyak logistik dan menempatkan puluhan personel tenaga kesehatan, dokter, dan perawat. Dia berharap motivasi ini bisa menekan angka kematian.
Hingga kemarin, sudah terjadi 1.195 kasus dengan 14 kematian. Lebih dari 100 pasien DBD sedang dirawat intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. Pasien terbanyak dirawat di RSUD TC Hillers Maumere.*** (eny)
Baca Juga :  Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA