Sejumlah calon TKS hendak melamar kerja di Kantor Dinas LH Sikka, Rabu (11/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, salah satu faktor karena masalah kebersihan. Sampah menjadi momok yang menakutkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat akhirnya merekrut 100 tenaga kerja sukarela (TKS) untuk bersihkan sampah.
Sekretaris DLH Sikka Marthen Luther Adji menjelaskan 100 TKS direkrut secara terbuka untuk membantu penanganan sampah. Kebijakan perekrutan TKS, katanya, untuk melaksanakan instruksi Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Sekretaris DLH Sikka Marthen Luther Adji
“Pa Bupati minta tambahkan tenaga untuk bantu tangani sampah. Jadi mulai hari ini kami rekrut lagi 100 TKS. Sementara ini sedang proses perekrutan,” jelas Marthen Luther Adji di ruang kerjanya, Rabu (11/3).
Mantan Camat Alok Barat itu menjelaskan 100 TKS ini dipekerjakan hanya untuk 1 bulan saja. Setiap orang diberikan insentif Rp 700.000 perbulan, ditambah uang makan Rp 25.000 perhari. Setelah selesai kontrak, DLH akan melanjutkan 25-50 orang yang berkinerja baik untuk dijadikan tenaga kontrak selama 1 tahun.
Pekerjaan 100 TKS ini yakni membersihkan dan mengangkut sampah pada tiga kecamatan di dalam Kota Maumere, hingga dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Hal ini dilaksanakan rutin setiap hari. DLH akan membagi dalam 3 shift, sehingga setiap hari terjadi aktifitas penanganan sampah.
Selama ini, lanjut dia, DLH memiliki 93 tenaga kontrak untuk menangani kebersihan. Pelaksanannya sudah baik namun belum terlalu maksimal. Kondisi ini makin memprihatinkan ketika wabah DBD menyerang Kabupaten Sikka.
Selain itu, tambah dia, DLH juga mengalami kekurangan sarana dan prasarana pendukung seperti mobil pengangkut sampah. Selama ini yang beroperasi hanya 3 unit. Sebanyak 7 unit diparkir saja di Kantor DLH akibat terjadi kerusakan.
“Pa Bupati perintahkan 7 unit itu segera diperbaiki. Sekarang semuanya sudah di bengkel mobil. Kalau bisa beroperasi, dengan 10 unit kendaraan tentu bisa lebih maksimal lagi,” terang dia.
Pantauan media ini di Kantor DLH Sikka, sejumlah calon orang sedang melamar menjadi TKS. Namun saat itu penerimaan pendaftaran sedang ditutup. Baru satu hari dibuka, hingga pukul 12.54 Wita, sudah 138 calon yang mendaftar. DLH lebih memrioritaskan TKS berjenis kelamin laki-laki, karena harus gesit turun naik kendaraan sampah, serta pekerjaan yang agak kasar.*** (eny)