Soal Penanganan Sampah di Maumere, Golkar Sebut Komitmen Tanpa Kerja Nyata

0
71
Soal Penanganan Sampah di Maumere, Golkar Sebut Komitmen Tanpa Kerja Nyata
Pimpinan DPRD Sikka dan Bupati Sikka mendengarkan pemandangan umum fraksi-fraksi, Rabu (18/3)
Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Golkar di Kabupaten Sikka menyayangkan komitmen pemerintah dalam penanganan sampah. Fraksi ini menyebut dengan komitmen tanpa kerja nyata.
Sikap politik Fraksi Partai Golkar ini dikumandangkan dalam paripurna DPRD Sikka, Rabu (18/3). Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa, dengan agenda pemandangan umum fraksi atas LKPJ Akhir Bupati Sikka TA 2019.
Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis menyentil kegagalan program penanganan sampah, terkait kasus demam berdarah dengue (DBD) yang mewabah di Kabupaten Sikka. Salah satu penyebab meningkatnya kasus DBD, menurut Fraksi Partai Golkar, adalah masalah sampah yang berserakan, khususnya pada tiga kecamatan di Kota Maumere.
“Fraksi Partai Golkar sangat menyayangkan soal penanganan sampah. Sejak dilantik, Saudara Bupati dan Wakil Bupati berkomitmen untuk 100 hari kerja, salah satunya penanganan sampah. Namun, sayang seribu sayang, komitmen tanpa kerja nyata adalah nol kali kosong,” kritik anggota DPRD Sikka dua periode itu.
Maria Angelorum Mayestatis menyayangkan DBD yang setiap tahun melanda masyarakat Kabupaten Sikka. Hemat fraksi ini, seharusnya pemerintah melakukan evaluasi dengan menetapkan langkah-langkah preventif untuk mencegah loncatan yang jauh tentang virus yang berbahaya itu.
Untuk mencari tahu akar persoalan penanganan sampah, Fraksi Partai Golkar sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, selaku inatansi teknis yang mengurusi soal ini. Dari institusi itu diketahui salah satunya akibat kekurangan sarana prasarana berupa mobil pengangkut sampah.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo beberapa waktu lalu telah memerintahkan perbaikan 7 unit mobil pengangkut sampah yang dalam keadaan rusak. Kini mobil-mobil tersebut sedang diperbaiki pada sejumlah bengkel mobil.
Fraksi Partai Golkar juga menyentil 100 tenaga kerja yang baru-baru ini direkrut Dinas Lingkungan Hidup untuk membantu penanganan sampah. Fraksi ini meminta pemerintah menjelaskan gambaran terkait tambahan tenaga tersebut.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini