Maumere-SuaraSikka.com: Sejak 2016, Epimia Sukarmi menderita gagal ginjal. Dia pun rutin melakukan cuci darah. Setidaknya sudah 240 kali. Dan dia bersyukur, seluruh biaya ditanggung BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS.
Paskalis, anak dari perempuan berusia 67 tahun ini, tidak bisa membayangkan, jika harus membiayai sendiri biaya cuci darah. Entahlah sudah berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan.
“Mama sudah 240 kali menjalani hemodialisa. Tidak tahu lagi sudah berapa rupiah yang harus kami keluarkan jika tanpa Program JKN-KIS,” ungkap Paskalis terharu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menuturkan terus terang bahwa sulit bagi keluarga ini mengatasi biaya cuci darah. Dan dalam kesulitan itu, justeru Program JKN-KIS memberikan solusi yang sangat bermanfaat.
“Jujur saja, secara ekonomi, kami tidak sanggup. Kami hanya bisa pasrah kepada Tuhan. Bersyukur sekali ada program ini, yang memberikan jaminan kesehatan,” tambah dia.
Paskalis menceritakan bahwa ibunya menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2016. Epi, warga Kelurahan Beru Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka ini, merupakan peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta yang membayarkan iuran bulannya secara mandiri pada kelas satu.
“Mama rutin membayar iuran, dan tidak pernah telat. Ini karena kami sadar betapa besarnya manfaat Program JKN-KIS,” tambah Paskalis.
Sejak menderita gagal ginjal, Epi pun rutin memeriksakan kesehatannya, termasuk menjalani tindakan hemodialisa di RSUD TC Hillers Maumere. Sudah 2 tahun terakhir ini, Epi menjalani cuci darah 2 kali dalam seminggu. Dan semua biayanya ditanggung BPJS Kesehatan.
Saat dijumpai di kamar rawat inap awal Maret 2020 lalu, Epi tengah terbaring di tempat tidur, sambil menjalani proses hemodialisa. Dalam kondisi itu, dia masih bisa menyambut dengan senyum ramah.
“Syukurlah, hingga saat ini Mama masih bisa tertolong,” ungkapnya senang.
Paskalis yang setia mendampingi ibunya punya kesan tersendiri atas pelayanan di rumah sakit. Dia memberikan apresiasi atas pelayanan dan petugas kesehatan yang sungguh profesional. Selain itu, katanya, proses administrasi juga berlangsung mudah.
“Apalagi sekarang sudah pakai finger print, jadinya tambah praktis. Jadi proses administrasinya tidak terlalu lama,” kesan dia.
Terhadap seluruh pengalaman ini, Paskalis beserta keluarga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, karena program JKN-KIS telah menjamin sepenuhnya biaya pengobatan orang tuanya.
“Ini program yang sungguh bermanfaat. Menolong banyak orang. Semoga program ini tetap ada. Dan kami berharap masyarakat sadar bahwa Program JKN-KIS begitu bermanfaat, sekaligus memberikan dukungan demi kelancaran program pemerintah ini,” harap dia.
BPJS Kesehatan dari waktu ke waktu terus berupaya meningkatkan kepuasan dan kemudahan kepada peserta. Manfaat Program JKN-KIS juga semakin dirasakan banyak masyarakat.*** (eny)















