Demo Tolak Lambelu Masuk Maumere, Dibubarkan Polisi

0
121
Demo Tolak Lambelu Masuk Maumere, Dibubarkan Polisi
Kapolres Sikka sedang negosiasi dengan Ketua PMKRI Maumere dan GMNI Maumere Minggu (5/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Aksi demo mahasiswa Kelompok Cipayung, Minggu (5/4) di Pelabuhan Laurens Say, dibubarkan polisi. Mahasiswa menolak kehadiran KM Lambelu yang dijadwalkan tiba di Maumere, Senin (6/4).

Pembubaran paksa ini karena aksi tersebut tidak mengantongi izin resmi dari Polres Sikka. Kapolres Sikka melalui Kasat Intel AKP Silvanus Hardi menegaskan sesuai Maklumat Kapolri No MAK/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona, bahwa tidak boleh melakukan unjuk rasa, pawai, karnaval serta kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

Aparat kepolisian mendatangi lokasi aksi di depan Kantor Bea Cukai Maumere. Saat itu Kelompok Cipayung yang terdiri dari PMKRI Maumere dan GMNI Maumere sedang menggelar aksi. Seorang orator tengah menyampaikan orasi terkait tuntutan mereka menolak kehadiran KM Lambelu.

Sempat terjadi negosiasi antara aparat kepolisian dan Korlap Aksi. Namun aksi masih terus dilakukan. Selang beberapa menit muncul Kasat Intel Polres Sikka dan melakukan negosiasi lanjutan. Mahasiswa meminta waktu membacakan hingga selesai tuntutan mereka sebanyak 2 halaman.

Sekitar pukul 16.00 Wita, Kapolres Sikka AKBP Sajimin tiba di lokasi. Upaya negosiasi kembali dilakukan, dan aksi pun dibubarkan. Para mahasiswa kemudian digiring ke Mobil Dalmas untuk dibawa ke Polres Sikka. Sempat terjadi ketegangan antara kelompok aksi dan aparat kepolisian.

Kurang lebih 10 orang mahasiswa dibawa ke Polres Sikka, di antaranya Ketua PMKRI Maumere Yuliana Bara dan Ketua GMNI Sikka Alvin Ganggung. Polisi memberikan briefing, dan menginput identitas psra mahasiswa.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini