Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah langkah simpati dilakukan anggota DPRD Ende Vincentius Sangu, Kamis (16/4). Dia memberikan bantuan gizi kepada para petugas posko perbatasan di wilayah Kabupaten Sikka.
Politisi PDIP ini hari itu memantau arus keluar masuk manusia dan barang di perbatasan Ende-Sikka di wilayah utara. Dia mengunjungi posko perbatasan di Kecamatan Kota Baru Kabupaten Ende, dan melihat dari dekat aktifitas di tempat itu.
Mengunjungi wilayah dan rakyatnya sendiri, sekaligus memberikan bantuan, adalah hal yang biasa. Momen itu juga bisa dimanfaatkan untuk menyerap informasi dan aspirasi sehubungan dengan wabah virus corona yang sedang melanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tapi menjadi terharu dan simpati, ketika Vincent Sangu melepaskan egonya sebagai wakil rakyat dari Kabupaten Ende, kemudian menyambangi posko perbatasan di Kecamatan Magepanda, yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Sikka.
Ada alasan khusus bagi aktifis GMNI Ende ini, ketika mendatangi posko perbatasan di Magepanda, yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari posko perbatasan di Kota Baru.
“Ini panggilan hati nurani,
sebagai bagian dari warisan leluhur ikatan budaya Ende-Lio dan Sikka yang tidak bisa dipisahkan sebagai satu saudara,” ungkap Ketua Komisi 3 DPRD Ende itu melalui saluran telepon kepada media ini.
Atas dasar panggilan nurani, kata dia, setelah diberi rahmat dan rezeki dari leluhur sebagai wakil rakyat, ketika mendatangi posko perbatasan, dia mengaku tidak elok jika hanya ke Kota Baru saja. Karena itu dia menyempatkan diri mendatangi sama saudara yang sedang bertugas di posko perbatasan Magepanda.
Di posko perbatasan Magepanda, Vincent Sangu bercengkerama dan berbagi cerita dengan para petugas di posko. Ada personil dari Dinas Perhubungan, TNI Polri, petugas kesehatan, juga warga setempat. Dia pun memberikan bantuan secukupnya seperti susu, minuman bervitamin, telur, dan sarana pendukung gizi.
Buat dia, gizi dan ketahahan tubuh para petugas posko di perbatasan harus betul-betul diperhatikan. Apalagi mereka yang bertugas di tempat itu, biasanya bekerja 1×24 jam.
“Perlu perhatian gizi yang baik untuk mereka. Jadi stamina dan ketahanan tubuh juga bisa menjadi baik. Mereka cukup rentan, karena selain kerja penuh waktu, juga berhadapan langsung dengan arus masuk keluar manusia dan barang,” ujar dia.
Ketahanan tubuh, kata dia, menjadi faktor penting bagi semua orang yang sedang berupaya bersama-sama memutuskan mata rantai penularan virus corona.*** (eny)















