Satgas Covid Sikka Kecolongan, 7 Penumpang Lambelu Belum Jalani Rapid Test

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 17 April 2020 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendataan ulang warga yang menjalani karantina di Gedung SCC, Kamis (16/4)

Pendataan ulang warga yang menjalani karantina di Gedung SCC, Kamis (16/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka kecolongan dalam penanganan virus corona. Ternyata ada 7 eks penumpang KM Lambelu yang hingga kini belum menjalani rapid test pertama.

Kondisi ini diketahui setelah pendataan ulang pelaku perjalanan melalui KM Lambelu yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC dan Rujab Bupati Sikka. Sebelumnya terdata 172 orang, semuanya warga Kabupaten Sikka. Setelah didata ulang Kamis (16/4) kemarin, ternyata jumlahnya menjadi 179 orang.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus kepada wartawan pagi tadi menjelaskan 7 orang tersebut tidak melaporkan diri saat pendataan awal. Mereka baru diketahui setelah pendataan ulang.

“Kemarin itu ada temuan perbedaan data, sehingga saya meminta untuk dilakukan pemeriksssn kesehatan dan pendataan ulang satu persatu. Dari situ baru ketahuan ada 7 orang yang selama ini belum didata,” ungkap dia.

Dari penelusuran selanjutnya, kata dia, dipastikan 7 orang ini belum menjalani rapid test pertama yang telah dilaksanakan secara menyeluruh pada Sabtu (11/4) lalu.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

“Waktu rapid test pertama kan dipanggil satu persatu. Dari awal karena tidak lapor, praktis nama mereka tidak dipanggil. Jadi mereka belum rapid test,” ujar dia.

Menyikapi kondisi ini, lanjut dia, Satgas Covid Sikka memutuskan 7 orang ini menjalani rapid test pertama pada Sabtu (18/11), bersamaan dengan rapid test kedua bagi semua pelaku perjalanan KM Lambelu.*** (eny)

Berita Terkait

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores
237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melantik Melchias Markus Mekeng menjadi Ketua Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) (foto: tempo)

Nasional

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:35 WITA