Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka tidak mengumumkan 59 hasil rapid test. Hal ini untuk melaksanakan instruksi Gubernur NTT yang meminta Bupati dan Walikota tidak mengumumkan hasil rapid test ke publik.
Sebanyak 59 hasil rapid test yang belum diumumkan itu, yakni rapid pertama terhadap 20 tenaga kesehatan yang bertugas memeriksa ABK Lambelu, dan rapid test kedua 39 warga yang menjalani katantina di Rujab Bupati Sikka.
Rapid test pertama 20 tenaga kesehatan dilaksanakan pada Jumat (17/4) pagi. Mereka ini terdiri 14 tenaga kesehatan dari RSUD TC Hillers Maumere dan 6 tenaga kesehatan dari Lanal Maumere. Hasil rapid test sudah keluar pada Jumat (17/4) sekitar pukul 23.00 Wita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara rapid test kedua bagi 39 warga karantina yang merupakan pelaku perjalanan dengan KM Lambelu, dilaksanakan pada Sabtu (18/4) pagi. Hasil rapid test sudah diketahui pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 21.00 Wita.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus membenarkan sudah ada hasil rapid test bagi 20 tenaga kesehatan dan 39 warga karantina di Rujab Bupati Sikka. Namun dia tidak bisa menyampaikan ke publik melalui media massa.
“Sudah ada hasilnya, tapi saya tidak dapat perintah dari Bupati untuk menyampaikan hasilnya. Tidak ada instruksi, yah mau bagaimana,” terang Petrus Herlemus menjawab media ini, Sabtu (18/4) malam.
Petrus Herlemus mengatakan sepanjang tidak ada instruksi, maka dia pun tidak berani menyampaikan informasi kepada publik. Dia hanya berpesan agar publik tetap sabar dan tenang, sambil terus melaksanakan protokoler pencegahan penularan virus corona.*** (eny)















