Reagen Habis, Sampel Swab dari Sikka Belum Diteliti

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 April 2020 - 20:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga karantina di Gedung SCC sedang mendengarkan penjelasan Jurubicara Satgas Covid Sikka, Rabu (22/4)

Warga karantina di Gedung SCC sedang mendengarkan penjelasan Jurubicara Satgas Covid Sikka, Rabu (22/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Belum keluarnya hasil swab enam sampel dari Kabupaten Sikka, ternyata ada penyebabnya. Rupanya laboratorium di Surabaya kehabisan reagen, sehingga sampel swab belum diteliti.

Reagen adalah salah satu cairan yang biasanya digunakan di laboratorium. Reagen biasanya ditambahkan untuk melihat adanya reaksi kimia pada kondisi tertentu, seperti dalam hal diagnosis infeksi coronavirus.

“Dari 37 laboratorium yang ada di Indonesia, salah satu yang terkena dampak yakni di Surabaya, karena kehabisan reagen. Sudah terjadi 3-4 hari belakangan ini, reagen habis, untuk pemeriksaan sampel swab yang kita kirim ke Surabaya,” jelas Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus, Rabu (22/4) sekitar pukul 10.54 Wita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petrus Herlemus menjelaskan ini melalui pengeras suara kepada warga yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC di Jalan Ahmad Yani. Ratusan warga karantina mendengarkan penjelasan ini dengan cara berkumpul di halaman Gedung SCC.

Baca Juga :  Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Penjelasan ini disampaikan menyusul respons warga karantina yang mulai menuntut pemerintah daerah setempat memulangkan mereka ke rumah masing-masing dengan alasan masa karantina sudah selesai.

Dia menegaskan bahwa masa karantina belum dicabut, karena harus menunggu hasil swab. Dan pencabutan masa karantina, hanya dilakukan oleh Bupati Sikka.

Sesuai hasil konfirmasi, lanjutnya, reagen sudah ada, sehingga bisa mulai dilakukan pemeriksaan sampel swab. Meski demikian, katanya, ada kurang lebih 3.000 sampel swab yang dikirim ke laboratorium di Surabaya. Ribuan sampel swab itu berasal dari daerah-daerah di kawasan timur Indonesia.

“Itu artinya butuh antrian karena kapasitas laboratorium tidak memungkinkan untuk pemeriksaan sekaligus. Termasuk sampel yang dikirim dari Sikka, juga pasti saat ini antri untuk pemeriksaan selanjutnya,” ujar dia.

Baca Juga :  Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Petrus Herlemus yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan pihak laboratorium di Surabaya.

“Saya terus melakukan koordinasi dengan Surabaya, agar kalau diperbolehkan hasil dari Sikka dipercepat. Tetapi kita tidak memaksakan kehendak, karena di sana punya protokoler sendiri,” ungkap dia.

Dia meminta warga karantina bersabar menunggu hasil swab. Setelah hasil swab keluar, katanya, pemerintah akan menyampaikan kepada publik, sekaligus melakukan protokoler selanjutnya.

Terhadap kondisi ini, ujar dia, Pemkab Sikka memohon maaf apabila membuat warga karantina merasa tidak nyaman. Dia mengatakan Pemkab Sikka akan melakukan yang terbaik bagi keselamatan warga karantina, dan juga bagi keselamatan warga Kabupaten Sikka secara keseluruhan.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru