21 Warga Karantina Dipindahkan ke Kantor Pariwisata

0
147
Warga karantina bersiap kembali ke rumah masing-masing, Jumat (23/4)
Warga karantina bersiap kembali ke rumah masing-masing, Jumat (24/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 21 eks penumpang kapal Lambelu masih menjalankan karantina terpusat. Kini mereka dipindahkan ke Kantor Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.

Pemindahan dilakukan sejak Jumat (24/4) siang paskah 155 eks penumpang kapal Lambelu lainnya kembali ke rumah masing-masing. Seluruh proses pemindahan dikoordinir BPBD Sikka. Kantor Kebudayaan dan Pariwisata kurang lebih 500 meter dari Gedung SCC.

Awalnya BPBD Sikka hanya mendata 19 orang yang masih menjalani karantina. Mereka itu terdiri atas 8 orang dari Kecamatan Doreng, 6 dari Kecamatan Lela, 2 dari Kecamatan Alok, 2 dari Kecamatan Mapitara, dan 1 dari Kecamatan Nele.

Menyusul setelah itu muncul lagi 1 dari Kelurahan Madawat Kecamatan Alok yang kembali karena tidak nyaman karantina mandiri di rumah, dan 1 dari Kecamatan Kewapante yang ternyata dalam data kependudukan bukan warga di kecamatan itu.

Keputusan untuk memindahkan 21 orang ini, melalui koordinasi dan komunikasi bersama antara Satgas Covid Sikka melalui BPBD Sikka bersama warga tersebut. Warga karantina juga ingin pindah ke tempat yang baru, dengan alasan mendapat suasana yang baru untuk melanjutkan masa karantina.

Pemindahan 21 warga yang masih menjalani karantina, mengakibatkan perubahan dalam berbagai hal. Sistem keamanan misalnya, kini dikonsentrasikan ke lokasi karantina yang baru. Posko BPBD Sikka yang selama ini berada di Gedung SCC dan Rujab Bupati Sikka, juga dipusatkan di lokasi karantina yang baru.

Akibat pemindahan ke lokasi yang baru, pemerintah daerah setempat harus menyiapkan fasilitas yang baru lagi seperti tempat tidur dan perlengkapannya, serta kebutuhan lainnya.

Belum diketahui 21 warga karantina yang masih bertahan ini, kapan akan kembali ke rumah masing-masing. Informasi yang dihimpun media ini, 8 dari Doreng, 6 dari Lela, dan 2 dari Mapitara, kemungkinan hanya bertahan beberapa hari saja, menunggu koordinasi lanjutan antara camat dan kepala desa.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini