Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo melakukan koordinasi pemulangan eks penumpang KM Lambelu. Ada empat alternatif untuk melakukan karantina.
Koordinasi dilakukan bersama Camat, Kepala Desa dan Lurah, Jumat (24/4), berlangsung di jalan raya, persis di depan Kantor Pos dan Giro Maumere.
Bupati Sikka didampingi jajaran Forkopimda. Tampak hadir juga sejumlah keluarga para warga yang menjalani karantina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka menyampaikan empat alternatif karantina. Pertama, karantina mandiri di rumah masing-masing, dengan catatan memenuhi standar kesehatan. Jika tidak berkenan, dilaksanakan alternatif kedua yakni karantina di rumah karantina yang disiapkan desa.
Apabila dua alternatif ini tidak memungkinkan, bisa dengan alternatif ketiga yakni karantina di fasilitas yang disiapkan pemerintah. Dan alternatif terakhir yakni karantina terpusat pada fasilitas yang disiapkan pemerintah kabupaten.
Bupati Sikka meminta Camat, Kepala Desa dan Lurah berkoordinasi lanjut dengan warga karantina bersama keluarganya, untuk memastikan benar-benar agar eks penumpang KM Lambelu ini benar-benar menjalankan karantina mandiri sesuai protokoler kesehatan.
Dia mengingatkan bahwa meskipun warga yang sedang menjalani karantina ini tidak terindikasi berdasarkan hasil rapid test, namun bukan berarti mereka sudah sehat. Persoalannya, kata dia, terdapat 92 ABK Lambelu yang diketahui positip, dan sementara ini 9 eks penumpang Lambelu harus menjalani perawatan lanjut karena terindikasi.
Sementara ini sedang terjadi koordinasi lanjut dengan warga karantina di Gedung SCC. Beberapa warga karantina malah sudah dipulangkan dengan kendaraan-kendaraan yang disiapkan pemerintah.*** (eny)















