Jika Tidak Serius Karantina Mandiri, Eks Penumpang Lambelu Lepas “Bom Waktu”
Dibaca 11 kali
Eks penumpang KM Lambelu siap kembali ke rumah masing-masing, Jumat (24/4)
Maumere-SuaraSikka.com: Ratusan eks penumpang KM Lambelu sudah dipulangkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing. Jika tidak serius melaksanakan, sama artinya mereka telah melepas “bom waktu” bagi masyarakat Kabupaten Sikka.
Kekuatiran ini terjadi di mana-mana. Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus pun mengaku merasa kuatir akan tanggung jawab eks penumpang Lambelu melaksanakan karantina mandiri secara benar.
“Sebenarnya dari awal ada kekuatiran seperti itu. Tetapi kita harus ambil jalan terbaik, termasuk langkah-langkah antisipatifnya,” ungkap Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Sabtu (25/4).
Dia meyakini sekali seluruh perangkat kerja di bidang kesehatan siap memberikan dukungan dalam pelaksanaan ke depan.
Dia menyebut relawan, satgas, serta tim gerak cepat Dinkes dan Puskesmas sudah siap memantau semua eks penumpang Lambelu yang menjalani karantina mandiri.
Untuk memastikan kesiapan perangkat kerja, rencananya Minggu (26/4) besok akan digelar apel siaga. Sesudah itu relawan dan petugas kesehatan diterjunkan untuk memantau langsung perkembangan karantina mandiri semua eks penumpang Lambelu.
Sebagaimana diketahui, pada Jumat (24/4), pemerintah daerah setempat telah memulangkan ratusan eks penumpang kapal Lambelu ke rumah masing-masing. Semua mereka diminta untuk melanjutkan karantina mandiri.
Hanya ada 19 orang yang masih bertahan di lokasi karantina terpusat. Mereka semua dipindahkan lokasi dari Gedung SCC ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari Gedung SCC.
Kemudian menyusul 1 dari Kelurahan Madawat Kecamatan Alok kembali lagi ke lokasi karantina terpusat karena merasa tidak nyaman karantina mandiri di rumahnya. Lalu 1 lagi dari Kecamatan Kewapante kembali ke karantina terpusat karena alasan administrasi kependudukan.
Pada Sabtu (25/4) pagi, Camat Mapitara bersama Kepala Desa Hale menjemput 1 warganya dari karantina terpusat.
Jumlah di karantina terpusat sebanyak 20 orang, terdiri atas 8 orang dari Kecamatan Doreng, 6 orang dari Kecamatan Lela, 3 orang dari Kecamatan Alok, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Mapitara, Nele, dan Kewapante.*** (eny)