Penerbangan Terhenti, Sampel Swab Tidak Bisa Dikirim
Dibaca 10 kali
Penyemprotan antiseptik sebelum evakuasi ke ruang isolasi, Kamis (23/4) malam
Maumere-SuaraSikka.com: Kebijakan penghentian sementara penerbangan berdampak kendala besar. Sampel swab dari Kabupaten Sikka bakal tidak bisa dikirim ke Laboratorium BTKL Surabaya.
Akibatnya, tim medis yang bertugas di ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere belum melakukan swab terhadap 9 pasien terindikasi Covid 19. Mereka masih menyesuaikan dengan jadwal penerbangan pesawat.
Rencananya swab kepada 9 eks penumpang KM Lambelu ini dilaksanakan pada Jumat (23/4) dan Sabtu (24/4). Namun pelaksanaannya ditunda sebubungan dengan penghentian sementara penerbangan domestik dan internasional sejak 24 April 2020 hingga 1 Juni 2020.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus membenarkan adanya kendala pengiriman sampel swab ke laboratorium di Surabaya. Karena itu, katanya, pengambilan swab baru akan dilakukan setelah mendapat informasi yang pasti tentang jadwal penerbangan.
“Sehingga kami lagi komunikasikan dengan pihak bandara. Dan sudah ada petunjuk dari propinsi bahwa 1-2 hari ini akan ada infomasi dari propinsi tentang bagaimana cara pengiriman sampel swab,” jelas Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Sabtu (25/4).
Menurut dia, informasinya, pemerintah propinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, untuk pengiriman sampel swab secara serentak. Nantinya ada pesawat yang mendatangi bandara di semua kabupaten yang akan mengirim sampel swab.
“Bagaimana teknisnya, keputusan ada pada Pa Gubernur. Beliau pasti akan mencarikan jalan keluar yang terbaik agar sampel swab bisa dikirim,” ujar dia.
Sambil menunggu pengambilan swab, lanjut dia, 9 pasien yang terindikasi terus menjalani perawatan di ruang isolasi. Dia menyampaikan kondisi 9 orang ini dalam keadaan baik-baik saja.
“Tim medis dan dokter sudah melakukan protokoler kuratif, memberikan obat dan vitamin supaya kondisi tubuh mereka dipertahankan dan sistem imun dinaikkan,” tambah dia.
Sembilan orang ini dinyatakan terindikasi Covid 19 berdasarkan hasil rapid test kedua. Semua mereka berjenis kelamin perempuan, 2 orang menjalani karantina di Rujab Bupati Sikka dan 7 orang menjalani karantina di Gedung SCC. Pada Kamis (23/4) Satgas Covid Sikka mengevakuasi mereka ke ruang isolasi.*** (eny)