Tiga Hari Karantina di Kebun, Maman Kembali ke Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 27 April 2020 - 18:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 41 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhamad Maman tiba di lokasi karantina terpusat, Senin (27/4) petang

Muhamad Maman tiba di lokasi karantina terpusat, Senin (27/4) petang

Maumere-SuaraSikka.com: Muhamad Maman terpaksa angkat kaki dari kampungnya di Desa Tuabao Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka. Dia kembali ke lokasi karantina terpusat di Maumere, setelah 3 hari menjalani karantina di kebun milik orang tua.

Eks penumpang KM Lambelu ini mengaku tidak nyaman karantina mandiri di kebun. Dia menemukan berbagai kesulitan, dari soal makan minum, mandi, toilet, hingga urusan kesehatan.

“Saya minta kepala desa untuk koordinasi agar saya keluar dari kebun, dan kembalikan saya ke karantina terpusat,” ungkap Muhamad Maman, sesaat tiba di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Senin (27/4) petang.

Sejak keluar dari Gedung SCC, Jumat (24/4), pemuda 26 tahun ini berniat menjalani karantina mandiri di rumah. Ternyata ketika tiba di Tuabao, warga desa menolak kehadirannya. Akhirnya dia menerima keputusan karantina mandiri di kebun.

Selama 3 hari, Maman masih bertahan tinggal di gubuk reyot yang dibangun orangtuanya 2 tahun lalu. Namun dia sudah mulai merasa tidak nyaman, apalagi sudah terserang flu.

“Tadi pagi ada petugas kesehatan datang. Saya sampaikan sedang flu mereka kasih obat. Saya juga minta sebaiknya ke lokasi karantina terpusat saja,” jelas Maman.

Baca Juga :  Padam 5 Hari Akibat Gempa Bumi Tektonik, Listrik di Palue Kembali Nyala

Setelah melalui koordinasi, Satgas Covid Sikka mengirim Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid, menjemput Maman. Pemuda ini sudah keluar dari kebun, dan menunggu jemputan di pinggir jalan.

Maman menempati lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka. Dia bergabung bersama 21 orang lainnya.

Sebelum masuk ke kamar karantina, petugas PMI Sikka menyemprotkan antiseptik ke tubuhnya. Satu buah ransel berwarna miliknya, disemprot dengan cairan disinfektan.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru