Tiga Hari Karantina di Kebun, Maman Kembali ke Maumere

0
107
Tiga Hari Karantina di Kebun, Maman Kembali ke Maumere
Muhamad Maman tiba di lokasi karantina terpusat, Senin (27/4) petang

Maumere-SuaraSikka.com: Muhamad Maman terpaksa angkat kaki dari kampungnya di Desa Tuabao Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka. Dia kembali ke lokasi karantina terpusat di Maumere, setelah 3 hari menjalani karantina di kebun milik orang tua.

Eks penumpang KM Lambelu ini mengaku tidak nyaman karantina mandiri di kebun. Dia menemukan berbagai kesulitan, dari soal makan minum, mandi, toilet, hingga urusan kesehatan.

“Saya minta kepala desa untuk koordinasi agar saya keluar dari kebun, dan kembalikan saya ke karantina terpusat,” ungkap Muhamad Maman, sesaat tiba di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, Senin (27/4) petang.

Sejak keluar dari Gedung SCC, Jumat (24/4), pemuda 26 tahun ini berniat menjalani karantina mandiri di rumah. Ternyata ketika tiba di Tuabao, warga desa menolak kehadirannya. Akhirnya dia menerima keputusan karantina mandiri di kebun.

Selama 3 hari, Maman masih bertahan tinggal di gubuk reyot yang dibangun orangtuanya 2 tahun lalu. Namun dia sudah mulai merasa tidak nyaman, apalagi sudah terserang flu.

“Tadi pagi ada petugas kesehatan datang. Saya sampaikan sedang flu mereka kasih obat. Saya juga minta sebaiknya ke lokasi karantina terpusat saja,” jelas Maman.

Setelah melalui koordinasi, Satgas Covid Sikka mengirim Ambulance Gawat Darurat Khusus Covid, menjemput Maman. Pemuda ini sudah keluar dari kebun, dan menunggu jemputan di pinggir jalan.

Maman menempati lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka. Dia bergabung bersama 21 orang lainnya.

Sebelum masuk ke kamar karantina, petugas PMI Sikka menyemprotkan antiseptik ke tubuhnya. Satu buah ransel berwarna miliknya, disemprot dengan cairan disinfektan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini