Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka mengalokasikan anggaran senilai Rp 5.981.850.000 untuk petani. Anggaran ini dimanfaatkan untuk pengembangan intensifikasi tanaman padi dan palawija di tengah pandemik Covid 19.
Anggaran sebanyak ini nantinya disalurkan dalam bentuk sarana produksi pertanian (saprotan). Ada enam jenis saprotan yang akan disalurkan yakni padi sawah, kacang hijau, jagung, ubi kayu, ubi talas, dan pisang kepok.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha yang dihubungi di ruang kerjanya, Selasa (28/4), menjelaskan pihaknya menyiapkan pangan untuk menjaga ketahanan pangan selama masa pandemik Covid 19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Situasi sekarang ini di masa pandemik virus corona, orang tidak beraktifitas. Produksi di sini masih rendah. Sementara supply pangan dari luar juga bisa terhambat. Karenanya kita lakukan intensifikasi agar ada cadangan pangan sehingga bisa menjaga stabilitas,” terang dia.
Dinas Pertanian telah mendata 1.040 hektar lahan pertanian milik petani di daerah tersebut. Nantinya lahan seluas ini akan ditanami padi dan palawija.
Secara detail yakni 500 hektar padi sawah, 260 hektar kacang hijau, 100 hektar jagung, 50 hektar ubi kayu, 30 hektar ubi talas, dan 100 hektar pisang kepok.
Lahan pertanian ini tersebar di 15 kecamatan yakni Waigete, Waiblama, Magepanda, Talibura, Mego, Tanawawo, Paga, Nita, Koting, Mapitara, Doreng, Hewokloang, Lela, Bola, dan Nele.
Sementara ini Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian sedang mempersiapkan administrasi untuk proses lelang saprotan. Diperkirakan bulan Juni saprotan sudah bisa didistribusi ke penerima manfaat.
Selain untuk saprotan, dari anggaran yang ada Dinas Pertanian juga akan membiayai para pekerja yang ikut berproses sejak persiapan lahan hingga masa panen. Perekrutan para pekerja dipertimbangkan dari berbagai aspek.*** (eny)















