Dijemput Tim Satgas Covid, Sopir Ekspedisi Menangis

0
150
Dijemput Tim Satgas Covid, Sopir Ekspedisi Menangis
Babinsa Langir membawa sopir ekspedisi ke Posko Satgas Covid, Rabu (29/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Stefanus Harly menangis tersedu-sedu ketika dijemput Tim Satgas Covid Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, Rabu (29/4). Sopir ekspedisi ini keberatan dibawa ke lokasi karantina terpusat.

Harly dijemput Ambulance Gawat Darurat Khusus, sekitar pukul 10.00 Wita. Dia dijemput Camat Kangae Aqulinis dan Babinsa Langir Joaquem, di rumahnya di Magedoa Desa Langir.

Setiba di Posko Satgas Covid Sikka di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan Eltari, Harly masih menangis. Tampak matanya sembab.

Ketika ditanya media ini, pria berusia 41 tahun tersebut mengaku ingat istri dan 2 anak laki-lakinya. Apalagi istrinya sedang mengandung anak ketiga.

Harly adalah pelaku perjalanan dari Surabaya. Selama masa pandemi Covid 19, dia sudah tiga kali pulang pergi Surabaya-Maumere. Dia tidak pernah menjalani karantina mandiri sebagaimana diatur protokoler kesehatan.

Terakhir, dia tiba di Labuan Bajo pada Minggu (26/4), dan langsung melanjutkan perjalanan ke rumahnya, dan tiba keesokan harinya.

Menurut Camat Kangae, dua hari di rumahnya, pria ini masih saja tidak melakukan karantina mandiri. Berdasarkan informasi itu, Camat Kangae langsung menyambangi dia.

Aqulinus mengatakan dia meragukan disiplin dan tanggung jawab Harly menjalankan karantina mandiri. Selain itu, tambah dia, rumah milik Harly tidak layak untuk karantina mandiri.

“Jadi kami bawa ke posko, karena dia sendiri belum pernah melapor diri. Nanti bagaimana rekomendasi posko, itu yang harus dia jalankan,” ujar Aqulinus.

Setelah mendapat informasi, termasuk juga dari sopir ekspedisi ini sendiri, petugas kesehatan di posko memutuskan Harly melaksanakan karantina di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka.

Pria ini tidak menerima keputusan tersebut. Dia meminta kebijakan Camat Kangae agar melaksanakan karantina mandiri di rumah.

Namun dengan pengalaman pria ini sudah dua kali tidak karantina mandiri, dan rumah yang tidak layak untuk karantina mandiri, Cama Kangae meminta Harly mentaati keputusan posko demi keselamatan dia, keluarga, dan masyarakat di daerah ini.

Setelah tanda tangan surat pernyataan karantina di lokasi karantina terpusat, Harly akhirnya dievakuasi ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka.

Tampak dia masih keberatan berada di lokasi karantina terpusat. Harly terus berupaya meminta kebijakan Camat Kangae. Dengan berat hati, akhirnya dia pun masuk ke lokasi karantina terpusat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini