Dijemput Tim Satgas Covid, Sopir Ekspedisi Menangis

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 29 April 2020 - 11:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 3 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babinsa Langir membawa sopir ekspedisi ke Posko Satgas Covid, Rabu (29/4)

Babinsa Langir membawa sopir ekspedisi ke Posko Satgas Covid, Rabu (29/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Stefanus Harly menangis tersedu-sedu ketika dijemput Tim Satgas Covid Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, Rabu (29/4). Sopir ekspedisi ini keberatan dibawa ke lokasi karantina terpusat.

Harly dijemput Ambulance Gawat Darurat Khusus, sekitar pukul 10.00 Wita. Dia dijemput Camat Kangae Aqulinis dan Babinsa Langir Joaquem, di rumahnya di Magedoa Desa Langir.

Setiba di Posko Satgas Covid Sikka di Kantor Dinas Kesehatan di Jalan Eltari, Harly masih menangis. Tampak matanya sembab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika ditanya media ini, pria berusia 41 tahun tersebut mengaku ingat istri dan 2 anak laki-lakinya. Apalagi istrinya sedang mengandung anak ketiga.

Harly adalah pelaku perjalanan dari Surabaya. Selama masa pandemi Covid 19, dia sudah tiga kali pulang pergi Surabaya-Maumere. Dia tidak pernah menjalani karantina mandiri sebagaimana diatur protokoler kesehatan.

Baca Juga :  Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Terakhir, dia tiba di Labuan Bajo pada Minggu (26/4), dan langsung melanjutkan perjalanan ke rumahnya, dan tiba keesokan harinya.

Menurut Camat Kangae, dua hari di rumahnya, pria ini masih saja tidak melakukan karantina mandiri. Berdasarkan informasi itu, Camat Kangae langsung menyambangi dia.

Aqulinus mengatakan dia meragukan disiplin dan tanggung jawab Harly menjalankan karantina mandiri. Selain itu, tambah dia, rumah milik Harly tidak layak untuk karantina mandiri.

“Jadi kami bawa ke posko, karena dia sendiri belum pernah melapor diri. Nanti bagaimana rekomendasi posko, itu yang harus dia jalankan,” ujar Aqulinus.

Setelah mendapat informasi, termasuk juga dari sopir ekspedisi ini sendiri, petugas kesehatan di posko memutuskan Harly melaksanakan karantina di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Pria ini tidak menerima keputusan tersebut. Dia meminta kebijakan Camat Kangae agar melaksanakan karantina mandiri di rumah.

Namun dengan pengalaman pria ini sudah dua kali tidak karantina mandiri, dan rumah yang tidak layak untuk karantina mandiri, Cama Kangae meminta Harly mentaati keputusan posko demi keselamatan dia, keluarga, dan masyarakat di daerah ini.

Setelah tanda tangan surat pernyataan karantina di lokasi karantina terpusat, Harly akhirnya dievakuasi ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka.

Tampak dia masih keberatan berada di lokasi karantina terpusat. Harly terus berupaya meminta kebijakan Camat Kangae. Dengan berat hati, akhirnya dia pun masuk ke lokasi karantina terpusat.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru